jump to navigation

Bahan Bakar Air November 11, 2008

Posted by Yohan in : Bahan Bakar Air , 2comments

Perkembangan bahan bakar air ini demikian pesat, dulu awalnya blog ini sangat ramai dikunjungi oleh orang-orang yang tertarik soal bahan bakar air, tak sia-sia saya melakukan edukasi ke masyarakat soal alat yang menurut orang bisa menghemat BBM, namun saya mengarisbawahi bahwa alat ini yang pertama jangan terfokus pada penghematan BBM dulu. Why ? Karena mengirit BBM itu hitungannya rumit. Saya sendiri merasa bahwa alat yang selama ini dibuat dengan elektrolisa masih terasa kurang greget artinya penghematan BBM masih belum melampaui dari target yang katanya bisa mencapai hampir 60-80 % seperti rumor-rumor yang beredar. Waktu pertama kali belajar soal bahan bakar air ini saya tidak mau menelan mentah-mentah soal kata “penghematan”. Bahkan saya sendiri masih sangsi apakah nilai kebenaran akan sesuai dengan kenyataan. Saya melakukan riset dengan berbagai motor, pemasangan tabung, sharing dengan teman lain dan melakukan inovasi. Banyak kendala yang kudu dihadapi dengan susah payah. Memikirkan listrik di motor saja sudah merupakan kendala yang susah dicari jalan keluarnya.

Awal mula saya seperti diajarkan oleh Romo Kirdjito dengan mengambil listrik dari aki, padahal sejak dulu aki menurut pendapat saya sangat terbatas suplainya, setelah melakukan testing dan mengecek keberadaan aki itu sendiri saya asumsikan secara kasar palingan tidak lebih dari 10 Ampere. Berbeda dengan mobil yang arusnya bisa sampai100 Ampere, minimal 40 Ampere. Ini penting karena tabung hidrogen sendiri dalam melakukan elektrolisa membutuhkan arus maksimal 5 ampere, jika kelistrikan motor sendiri kisaran 6 ampere lantas hanya sisa 1-2 ampere untuk motor ? sebuah dilematis.

Dalam perjalanan riset pengambilan listrik melalui spool atau kiprok, inipun tidak menyelesaikan masalah yang timbul, karena jika spool dipakai untuk tabung hidrogen maka lampu akan redup, solusi ini malah membuat kepala saya pening. Butuh paramex eh maaf ! butuh solusi, saran Romo Kirdjito agar memasang lampu, lampupun saya pasang, malah proses pembuatan hidrogen sedikit. Lalu saya berpikir, spool untuk tabung hidrogen dan lampu mengambil listrik dari aki. Beres ? Nggak tahu .. karena belum ada problem tuh.

Banyak orang terjebak dengan bahan bakar air ini, ini lebih diperparah dengan kasus Joko Suprapto yang melakukan hoax soal blue energi. Bahkan staf keprisedenan saja sampai dikibuli, itu belum rektor beserta perangkatnya di sebuah universitas di Yogyakarta. Sehingga penetrasi bahan bakar air menjadikan orang mulai ragu. Bahkan banyak orang yang sangat buta soal bahan bakar air ini mengira bahwa air yang dipakai akan diganti terus. Belum lagi banyak kalangan yang meragukan dan bahkan mencela tekhnologi air ini, bahwa air tak bisa menjadikan sebuah bahan bakar. Betul ! air tidak bisa membakar, air memang tidak bisa sebagai pengganti minyak secara begitu saja. Air saja tidak cukup untuk diurai menjadi hidrogen dan oksigen. Jangan terjebak dalam hukum thermodinamika

Suatu barang semua mempunyai hidrokarbon, sifat hidrokarbon yang mudah terbakar inilah yang menjadi tolok ukur sebuah nilai pembakaran. Minyak bumi mempunyai sifat hidrokarbon yang tinggi dibandingkan batu. Sedangkankapas, kayu, arang, kain, rumput kering mempunyai sifat hidrokarbon yang tinggi, sehingga kita mudah untuk membakarnya. Lain halnya dengan besi, tembaga, aluminium, emas, platina dan lain lain mempunayi tingkat hidrokarbon yang rendah karena susah untuk dibakar kecuali dalam suhu tinggi. Secara logika air bukan merupakan suatu hidrokarbon karena tidak bisa dibakar begitu saja, jadi secara teori air tidak bisa menjadi suatu tenaga atau bahan bakar. Saya katakan teori karena air secara mentah memang tidak bisa digunakan secara begitu saja untuk menjadi tenaga, kecuali dialirkan untuk mendorong kincir air. Lalu apa korelasinya dengan bahan bakar air ? sejak awal saya mengatakan air saja tidak cukup untuk dijadikan bahan bakar. Sebenarnya untuk mendapatkan hidrogen tidak hanya melalui air, ada banyak zat kimia lain yang bisa digunakan tetapi hal ini malah menyulitkan bagi orang awam. Sedangkan air cukup melimpah, bahkan untuk dijadikan bahan bakar air tidak membutuhkan air yang banyak seperti gonta ganti tiap hari.

Di sini yang difokuskan bukan pada air, tetapi hidrogen itu sendiri, kita tahu air terbentuk adanya gas Oksigen dan Hidrogen. O₂ dan H₂ untuk menjadi air dibutuhkan tubrukan, karena tubrukan itu menjadikan ikatat-ikatan yang membentuk hidrogen dan oksigen melemah sehingga tidak ada lagi penghalang untuk bergabungnya atom oksigen dan hidrogen, suhu juga menentukan keberhasilan tubrukan ini, selain itu juga dibutuhkan kecepatan, jumlah tubrukan yang banyak akan menyebabkan terjadinya air lebih cepat. Proses elektrolisis air adalah berlawanan dengan teori pembentukan air, kita membutuhkan hidrogen dari air sehingga bisa diubah menjadi gas dan kita bakar. Secara teori, jika 1 liter air dijadikan gas maka tingkat kerapatannya akan membengkak sangat besar sekali. bahkan saya “merasa” bahwa jika 1 liter air dijadikan gas ( bukan uap ) akan membengkak menjadi 1 juta liter gas, jika 50 %nya hidrogen jmaka ada 500.000 liter gas hidrogen, seharusnya bisa menerbangkan jet ! Ah ngibul ! Ngibul ! Ngibul !

Sayangnya kondisi mesin yang ada selama ini tidak bisa memakai hidrogen murni, karena keterbatasan dalam pembuatan hidrogen dalam jumlah besar, membuat hidrogen dalam jumlah besar itu susah apalagi menyimpannya. Kalau gampang membuatnya sejak awal PLN nggak bakalan import solar buat menghidupkan mesin dieselnya.

Kembali ke fokus pada motor, jika anda hendak menggunakan bahan bakar air ini mohon dipertimbangkan dengan matang, walau anda sekedar coba-coba saja sudah merupakan keberanian yang luar biasa. Saya kembali menegaskan kepada anda, jika anda menggunakan elektrolisis sederhana ini baiknya anda membuang istilah irit BBM, karena pengiritan BBM itu ditentukan banyak faktor tidak melulu menggunakan hidrogen. Saya selalu menekankan tentang elektrolisis air ini akan memberikan nilai tambah bagi motor dan mobil anda.

1. Pembakaran dalam mesin sempurna, karena hidrogen bersifat hidrokarbon yang tinggi dibandingkan dengan bensin serta mempunyai daya ledak yang tinggi dan ini dibutuhkan dalam mesin sehingga ledakan ini akan menimbulkan tenaga yang besar pada mesin.

2. Gas emisi buang kecil, karena hidrogen polusinya kecil sehingga ramah lingkungan.

3. Mesin menjadi bersih karena pembakaran dengan hidrogen tidak meninggalkan “kotoran”, bensin yang ada itu banyak mengandung zat-zat termasuk belerang.

4. Tenaga akan tambah, biasanya anda menekan gas dengan keras makan dengan ditambahi hidrogen ini tekanannya akan menjadi ringan, anda tidak akan dipaksa kerja keras menekan gas.

Kalau semua elemen itu bisa dipenuhi maka saatnya anda bicara mengirit BBM. Kondisi motor juga menentukan sebuah pengiritan, motor bobrok juga susah untuk mengirit BBM.

Jika anda yang tertarik soal elektrolisis air ini jangan pernah berhenti dalam melakukan riset dan eksperimen, kalo hanya terima mentah tidak akan banyak gunanya.

Terima Kasih

———-

Kesulitan mencari maklah di sini ? Silakan klik :

Peta Blog