Unika Atmajaya Live in Merapi Bersama Tim Tuk Mancur February 21, 2009
Posted by Yohan in : Travelling , trackbackKali ini saya mendapat kehormatan undangan dari Romo Kirjito, yang merupakan moderator Edukasi Berbasis Alam dan Budaya Merapi. dimana status saya adalah untuk sekedar meliput acara live in mahasiswa Unika Atmajaya Yogyakarta yang mengambil tema Live in Edukasi Kepemimpinan Berbasis Alam di mana dalam acara ini adalah ekslorasi kepemimpinan, ada banyak yang bisa digali dengan adanya eksplorasi alam ini, di mana mahasiswa bertemu dengan wong ndeso, orang kota bertemu orang desa. Sebagai calon pemimpin belajar bisa dari mana saja, namun dengan berbasis alam ini orang akan bisa merefleksi sampai di mana pola kepimipinannya. Urusan mimpin memimpin itu gampang, namun satu hal yang paling sulit adalah memimpin diri sendiri, maka dibutuhkan suatu sentuhan yang bisa menggubah diri pribadi agar orang mampu membuka diri.
Di Susteran Paroki St Maria Lourdess Sumber, Ada sekitar 37 mahasiswa dari Unika Artmajaya Yogyakarta, campuran, ada cewek ada cowok. Seperti biasa, wajah mereka masih imut, cakep, cantik karena belum terkena polusi kekejaman bagaimana hidup mandiri layaknya seorang pekerja.

Acara tidak bertele-tele sebagaimana layaknya saya mengikuti acara semacam ini, karena di sini justru yang menjadi partner adalah tak lain yang tiap hari adalah seorang petani. Sambutan hanya sekedar basa-basi lalu dibagi kelompok dan dibagi lagi dimana mahasiswa akan menginap semalam di Dusun Ngargomulya yang merupakan lereng terdekat dari Gunung Merapi. Mereka menginap di rumah penduduk agar lebih mengenal lebih dekat dengan alam dan kehidupan sehari-hari.

Inilah Tim Tuk Mancur yang mempunyai misi melestarikan sumber air di lereng Merapi, yang anggotanya memang sebagai mana penduduk setempat, ada petani, peternak, tukang ngarit dan lain lain.

Persiapan untuk jalan ke lereng Merapi melewati persawahan, aliran sungai, perbukitan. acara dilaksanakan dengan santai sambil bercanda ria. berangkat jam 8.30an

Tampak Romo Kirjito dan salah satu peserta dari Unika Atmajaya, Mbak Tika berjalan menyusuri jalan aspal di kawasan Sumber, cukup lumayan jauh juga perjalanan ini karena melewati jalan berliku-liku, bahkan di kiri kanan ada jurang.

Hebatnya lagi Tim dari Tuk Mancur membimbing mahasiswa mengenal lebih dekat kehidupan sehari-hari di kawasan Merapi. Menyusuri sungai yang mengalirkan air sampai di kawasan tuknya ( sumber air ) yang tak pernah kering saat musim kemarau panjang

Tampak para mahasiswa menikmati sungai yang jernih dan belum diotak atik oleh manusia. Belajar dari air, mengenal air, dan berusaha memahami air.

Di tempat inilah merupakan salah satu tuk mancur, rembesan air yang mengalir di pancuran terasa bersih dan segar. bahkan saya berani meminum dari air rembesan tersebut. Disini Romo Kirjito memberikan wejangannya secara ringkas kepada mahasiswa Unika Atmajaya.
Mahasiswa ramai-ramai mandi, basuh muka, bahkan minum air dari pancuran

Setelah mendapat wejangan dari Romo Kirjito tentang ekplorasi alam, kami melanjutkan perjalanan kembali menuju desa Ngargomulyo untuk menginap di rumah penduduk.

Di sini perjalanan masih jauh juga dengan naik turun perbukitan, sial dah saya kena lintah di kaki. Dasar vampir, penghisap darah.

Naik bukit yang curam ini membutuhkan stamina yang sehat jika tidak ingin tergelincir ke dalam jurang, salah satu pembimbing dari Tuk Mancur tampak sibuk mengawasi mahasiswa agar jangan sampai kesasar.
Setelah menempuh perjalan kurang dari satu jam sampailah kami di kapel yang berada di lereng gunung Merapi.

Wuih ! para mahasiswa disuguhi teh manis hangat, dan rasanya benar-benar alami malah ada kesan berebut ketela rebus segala. Maklum wong ndeso ya bisanya menyuguh apa yang ditanam. Tapi enak pol karena semua ini dimasak dengan kayu bakar.

Setelah mendapat istirahat secukupnya, kemudian semua mahasiswa masuk ke dalam kapel untuk mendapat wejangan dari Romo Kirjito tentang apa yang dilakukan mahasiswa itu sebenarnya dalam eksplorasi kepemimpinan berbasis alam. Saya akan menulis ringkasan kesan saya tentang perjalanan ini di lain postingan, karena di sini saya hanya mengilustrasikan saja perjalanan dan foto-fotonya. semua foto bisa diunduh di rapidshare yang akan saya upload dan alamatnya di bawah postingan ini.

Setelah selesai pembekalan dari Romo Kirjito, mahasiswa diantar ke rumah penduduk untuk menginap selama semalam, terserah mahasiswa mau ngapain, karena dalam acara ini hanya mahasiswa sendiri itu yang menentukan maksud dan tujuan tinggal.

Tampak saya sedang mendengar petuah dari Pak Longgar, ada tiga latar belakang yang bertemu di sini, Pak Longgar mewakili petani, mahasiswa mewakili kaum terpelajar dan saya mewakili dari dunia informasi dan teknologi dan sekaligus aktivis buruh. Huhehehehe .. ada pula mahasiswa yang nanya cem macem soal komputer, internet, keakraban yang tidak mengenal batas, tidak mengenal mana ointer mana bodoh, semua menjadi satu.
Ah ! tiba-tiba Romo Kirjito mengajak saya pulang ke Pasturan, saya berharap jalan kaki lagi. Eh ternyata Romo membonceng salah satu Tim Tuk Muncur mengambil mobil. Walah ! saya hanya mendengus, enak jalan kaki deh Mo.
Jam menunjukan waktu sekitar jam setengah tiga sore saya sampai di pasturan, kami kemudian makan bersama Romo Kirjito, Anton, Hamkoro. Habis itu semua pada lelap tertidur di kamar masing-masing, saya malah mandi dengan puasnya. palagi listrik mati dan hujan deras. Tak tahan juga, akhirnya masuk kamar dan tidur.
Terimakasih rekan-rekan dari Unika Atmajaya dan juga Tim Tuk Mancur. Photo-photo bisa didonlot di sini.




Comments»
no comments yet - be the first?