jump to navigation

Ayam Goreng Ninit Dan Pemancingan February 14, 2009

Posted by Yohan in : Wisata Kuliner , trackback

Setelah kelar membeli fan casing serta fan hardisk lalu kembali membongkar cpu untuk memasangnya. Komputer bisa dipakai dan internet dengan sinyal HSDPA penuh sampai 6 bar membuat saya hendak memakai internet, belum ada sepuluh menit kakak dan adik mengajak mancing. Yeah, dari pada mainin internet ditengah capai pulang memang lebih baik mencari sesuatu yang menyegarkan. Mancingpun menjadi pelampiasannya. Namun sial karena yang ikut datang sekeluarga justru malah jorannya kurang. Terpaksa saya gantian memancing, tempat pemacinganpun terletak di luar kota Magelang, tepatnya di desa Sindas, yang bisa di tempuh lewat Menowo, masuk melewati SMA Bhakti Karya dan SMP Negeri 3. Setelah lewat jembatan besar akan sampai ke Desa Sindas, ambilah jalan menuju Kali Elo dengan berbelok ke kanan, tempatnya pun cukup enak buat mojok karena dibelakang tempat itu mengalir Kali Elo, bahkan anda bisa mengambil tempat makan dipinggir kali. Bujub ! ternyata tempat pemacingan itu merangkap jualan ayam goreng Ninit. Ayam goreng tulang lunak.

arena

pinggir kali

Seja kecil saya memang mengenal ayam goreng ninit namun bukan penggila berat, maklum saya termasuk vegetarian, namun suka mencuri-curi makan daging jika terkenang masa lalu, namun setidaknya saya mengenal betul pemilik ayam goreng ninit itu, karena dulu tempat pengolahan ayam goreng tulang lunak tak jauh dari rumah saya, dan anak pemiliknya pun merupakan kawan saya. Bukan mancing yang menarik perhatian saya, justru malah membuat perut saya lapar. Dhuh ! maunya makan sego pecel. Tempat untuk para tamu pun dibuat dengan nyaman dengan lesehan dipinggir kolam pemancingan.

kolam

Perut saya nggak bisa diajak kompromi, lalu memesan ayam goreng dua potong beserta kelengkapannya, cukup lengkap juga ayam goreng tulang lunak, sayur kobis, kemangi, sayur ketela, mentimun beserta sambelnya yang khas Ninit, tak lupa es teh manis.

seporsi

Cukup lengkap bukan? mejeng juga rokok Star Mild beserta kedua hape saya. Maaf, gambar diatas saya kasih watermark karena nggak mau jadi bahan kupipes orang nggak bertanggungjawab, padahal ini jepret sendiri.

Langsung saja saya menikmati makan sore yang nikmat dipinggir kolam, sedang kakak saya sendiri sibuk memancing ikan nila dan mendapat beberapa ekor ikan Nila. Dapat juga ikan bawal namun karena kurang suka ikan bawal, ikannya dilepas lagi. Juga ada beberapa ekor yang lepas saat mau dimasukan ke dalam jaring kecil.

mancinger

Saya sendiri masih asyik saja menikmati suguhan ayam goreng. rasa tulangnya yang tetap empuk, sambalnya yang sangat pas di lidah, lalapan yang segar. Sayang saya mendapatkan bagian paha, paha memang mengasyikan jika itu paha mulus punya cewek seksi, ini hanya paha ayam. huh !

ayo makan

Berapa harganya sih ? untuk sepotong ayam goreng ninit di tempat itu harganya relatif murah hanya Rp.8000, dengan nasi Rp.2000, minumnya terserah anda pilih dan harganya justru tidak saya tanyakan. Namun saya memesan dua es teh manis untuk saya dan adik saya, serta es jeruk bagi pemancing tersebut total 4 gelas. Berapa yang saya bayar, saya hanya bayar Rp.20.000 saja, gratis 2 gelas es teh dan 4 gelas es jeruk. Lha kok bisa ? Usut punya usut pemilik tempat pemancingan dan ayam goreng ninit, tak lain teman saya sendiri, saat itu saya masih kecil, Mas Heru demikian nama pemilik tersebut, Mas Heru tak lupa akan saya, sedang saya sedikit pangling. Waduh ! maafkan saya Mas Heru.

mas heru

Tampak Mas Heru yang sudah gemuk karena menjadi juragan, tipe pengusaha sukses yang juga membesarkan usaha ayam goreng ninit. Terima kasih Mas atas layanan anda yang memuaskan, semoga sukses selalu menaungi anda.

Nasi dan ayam goreng tulang lunak tersebut tak lama kemudian sudah berpindah ke perut saya dan membuat celana saya sesak. Bahkan saya makan tanpa sisa.

habis

Hahahahahahaha .. maaf kalo bekas makanan saya pajang juga, bahwa itu menunjukan kepuasan. Lha wong nostalgia masa lalu tak salah untuk diabadikan kembali. Dulu pernah jepret kayak begitu, namun ya karena sudah hilang mau dikata apa.

Comments»

1. Bagus - February 15, 2009

Hati-hati Kang, kalau diumbar, nanti pulang ke Tangerang jadi gendhut kayak Mas heru lho.

@Bagus@
Waduh ! kerjanya di rumah makan dan tidur kalo siang, ngurus blog kalo dah malam hari, ngalah sama ponakan nih. Belum ada tanda2 kenaikan berat badan soale belum nimbang :D .


Spam protection by WP Captcha-Free