jump to navigation

Hujan Melulu February 4, 2009

Posted by Yohan in : Global , trackback

Minggu-minggu ini hujan cukup menyebalkan juga, hujan selalu turun, entah deres atau sekedar gerimis. Ini cukup membuat kita kerepotan, secara garis besar orang inginnya nggak hujan, kalopun hujan inginnya posisinya di rumah atau di kantor, begitu pulang atau mau pergi nggak hujan. Keinginan yang agak susah dipenuhin, hujan sendiri tidak pernah dapat diprediksi, BMG sendiri juga nggak bisa memastikan secara tepat apakah akan turun hujan, prediksinya besok akan hujan lebat, eh malah panas menyengat. Tidak ada yang salah dengan BMG karena cuaca itu merupakan suatu anomali. idih .. Mas Yohan dah kayak pakar cuaca aja yak. Nggak salah, cuma tertarik tentang hal-hal yang baru

Hari ini juga hujan, geimis memang, malah dini hari tadi hujan lumayan lebat, ada ember kosong kebetulan berada di halam belakang penuh terisi air hujan, jadi cukup deres juga. Namun karena saya tidur apa bener memang terisi, jangan-jangan ada orang iseng yang mengisi ember pagi-pagi. Wakakakaka. Napa ada orang iseng ngisi ember dengan air.

Siapa ndak kesal ketika hendak mau pergi tiba-tiba hujan melanda. Repot khan. Esmosi kita akan meningkat tajam dan memaki ” Huh .. hujan lagi”. Yang di jalanan pun tak kalah memaki dan berteduh di pinggir jalan menunggu hujan reda, bayangkan kalo hujannya deres dan lama, bisa mati kedinginan di pinggir jalan. Membawa mantol hujan pun bukan bermaksud menerjang hujan deres, mereka lebih suka berteduh, kecuali memang sudah dikejar waktu, biasanya ini tukang deadline seperti wartawan yang kudu cepat-cepet kirim berita ke kantornya. Karena komisi dia dihitung dari jumlah berita, nggak bisa makan dia kalo kehujanan dan berteduh.

Pernah saya berada di Jakarta kehujanan, pulang ke Tangerang pun kudu mutar-mutar karena banjir di mana mana, udah ganti angkot berkali-kali bahkan ada yang nyebrang pake gerobak. Banjir Jakarta itu sudah tradisi, bukan musibah. Pemprov Jakarta pun seakan tidak berkutik, sialnya ketika musim hujan nggak datang mereka terlupakan apa yang namanya banjir, malah menggenjot busway. Ketika hujan dan banjir melanda menyalahkan alam. Alam kok dilawan. Lha wong posisi Jakarta lebih rendah dari daerah peyangga, so otomatis airnya ngalir ke sana, sebenernya ini merupakan suatu rahmat jika dikelola dengan bener, kalo air ngalir ke Jakarta berarti bisa bikin sumur resapan. Tapi nggak, pemerintah seakan hanya sibuk urusan ini itu. Berkali-kali banjir pun tetap saja lupa kalo sudah lewat.

Membuang sampah sembarangan, termasuk penyebab banjir Jakarta. Jadi nggak melulu posisi Jakarta saja yang lebih rendah. Namun bagi kita hujan atau nggak tetep merupakan suatu keuntungan. Panas terus juga bosen karena hawa akan memanas, coba kalo sudah panas, emosi kita cepat naik darah. Hujan pun punya keuntungan, banjir pun juga ada nilai postipnya, seperti kita bisa melihat rok naik ke atas :D . Ini tontonan yang cukup memikat juga di kala banjir.

Ini pemandangan yang cukup menyedihkan, Jakarta bagaikan empang tetapi bukan ikan tetapi isinya mobil.

empang

Cukup sial dah akhir-akhir ini, kemana saja hendak pergi pasti ditemani hujan, sampai hawa dingin menerpa badan saya, gigi bergemeretak kedinginan, kemaren senen pulang dari Jakarta kepala saya pusing dan gigi nyeri karena kedinginan, udah kehujanan dipapar hawa kereta api ber AC. Mampus dah ! pulang ke rumah bikin teh manis panas terus minum obat. Langsung tidur. Paginya bangun up.. sudah jam 9 pagi. Kembali beraktivitas, namun hujan masih saja turun dengan malu-malu. Gerimis sedikit deras dan diulang-ulang dalam interval waktu tertentu.

Yeah … hujan maning hari ini …. habis menulis posting ini, ambil selimut dan menuju tempat tidur. Uh .. dinginnya siang ini.

Comments»

1. Bagus - February 4, 2009

Emang lagi musimnya Bang , itu hujan lagi datang. Nanti kalau sudah bosan, yaitu di bulan April dst, dia akan pergi sendiri, tul nggak.

@Bagus@
Musim sekarang nggak bisa make patokan bulan2an, soale ini anomali cuaca, kayak kek masa pancaroba. Musim kagak bisa prediksi


Spam protection by WP Captcha-Free