Media Cetak Atau Media Online January 27, 2009
Posted by Yohan in : Informasi-Tekhnologi , trackbackPerkembangan internet semakin pesat, harga internet semakin terjangkau. Hal ini banyak disikapi oleh sebuah perusahaan tertentu terutama perusahaan yang berkecipung di bagian berita. Media online seperti www.detik.com, www.okezone.com atau www.vivanews.com merupakan suatu web yang berbasis berita. Nah bagaimana dengan media cetak ?
Jika saat ini saya dipaksa memilih saya akan cenderung memilih media online, cenderung bukan berarti sepakat. Bagi saya pribadi kedua media tersebut, baik media cetak dan media online punya kelebihan dan kelemahan. Media online punya keunggulan update berita lebih cepat, seperti pertandingan sepak bola usai, langsung saja berita nongol di portal berita, media cetak atau koran baru esok pagi bisa dibaca. Terkesan basi kayaknya. Namun media cetak juga tak kalah soal kelebihannya, tidak perlu langganan internet, tinggal beli tukang loper koran, atau jika perlu datang ke lapak depan warung.
Tidak semua orang membutuhkan internet, untuk saat ini, jadi media online tidak bisa dijadikan tolok ukur bahwa media online lebih baik. Membaca koran Kompas berbeda dengan membaca di portal vivanews.com atau detik.com. untuk masuk ke vivanews kudu ke warnet, orang ke warnet tidak ada maksud membaca berita. Enaknya membaca Kompas, isinya beragam terutama bagian tajuk rencana, di halaman seperti itu jarang ada portal berita memajang buah pikiran politikus, negarawan, bisnisman, polisi, atau pejabat berpanjang lebar. Berita di portal pun simple, hanya setengah sampai 1 menit usai dibaca. Nah ini, apakah berita itu nyangkut di kepala atau tidak ini urusan lain, membaca di portal berita cepat lupa, dibanding dengan membaca koran. membaca koran di pagi hari juga nikmat, tinggal bawa kopi plus rokok serta cemilan ke kebun, wow .. niskat banget, belum lagi jika melakukan perjalanan ke luar kota, membuka laptop bagi saya pribadi di tempat umum juga belum berani, mana mungkin membaca vivanews sambil membuka laptop di atas bisa kota yang sumpek, sedang koran bisa menemani di kala kita duduk di bis kota, sambil berdiripun juga bisa membaca, mana bisa portal berita di baca dengan cara demikian. Kita kudu pulang dulu atau nyampe kantor, ya kalo kantor ada akses internet, kalo tidak ya terpaksa baca koran langganan kantor, kalo kantor nggak langganan koran ? berkunjung ke kantor manapun tetap ada koran, bahkan kantor penjara, kemungkinan kantor portal berita pun juga langganan koran, atau ada karyawannya iseng bawa dari naik bis untuk mecahin uang jadi recehan, dalam satu kantor minimal salah satu pegawe membeli eceran dan dibaca bergiliran, biasanya yang begini kategori PNS
Bagi netter, portal berita merupakan suatu kewajiban, jika memang gila berita, tetapi kalo beritanya cuma rusuh pilkada, tawuran antar desa, kerusuhan sepak bola malas juga membacanya. Sebagai netter saya pribadi memang suka mengakses detik.com, kalo vivanews.com saya baca kalo setelah berkunjung ke detik.com. Saya tak suka vivanews.com karena menunya terlalu ribet, mungkin karena tidak terbiasa, namun saya tak akan membiasakan diri kalo dipaksa. Lagian saya nggak suka dengan bentuk fontnya.
Mungkin untuk masa mendatang media online akan menajdi acuan sebuah berita, namun media cetak juga belum tentu tergusur begitu saja, orang tetap butuh bacaan. Untuk bukupun juga belum bisa tergantikan dengan apapun, apa jadinya jika anak sekolah tanpa buku, hanya bawa netbook aja. Repot ! Media internet memang bisa mengurangi kertas, namun tak bisa menggantikan kertas secara begitu saja. Ada banyak yang perlu kertas, seperti menyusun skripsi, buat bahan bacaan di kendaraan umum, atau mencetak uang palsu
Dengan mengurangi kertas berarti kita menyelamatkan hutan, lha apa hubungannya ? Untuk membuat kertas membutuhkan kayu, kayunya menebang dari hutan. Ada cerita kecil saat saya membeli motherboard keluaran intel, sudah harganya mahal ternyata motherboardnya hanya dibungkus plastik dan diberi cd driver daaaan secarik kertas kecil. Saat saya tanyakan ke toko bagaimana dengan manualnya, baik BIOS maupun jeroan hardware, jawabnya baca aja manualnya yang ada di cd driver, saya tanya balik, lha komputer belum dirakit mana bisa baca cd. Huh bah !
Jadi kembali jika saya pribadi tidak dipaksa untuk memilih antara kedua media tersebut, jawaban saya saya tidak memilih keduanya, saya masih butuh tabloid ( yang jelas bukan pcplus ) dan buku, karena sejak dulu saya gemar mengoleksi buku komputer dan spiritualitas serta masalah bisnis.
Bagaimana dengan anda ?
Terima Kasih
———-
Kesulitan mencari makalah di sini ? Silakan klik :




Comments»
Kalo saya? berhubung ada vivanews, ya dibaca dah tuh vivanews. berhubung tabloid pcplus-nya juga ada, ya dibaca juga. kompas? ada juga