jump to navigation

Susahnya Belajar Komputer. January 20, 2009

Posted by Yohan in : Informasi-Tekhnologi , trackback

Selama menjadi tutor komputer saya lebih banyak dukanya dalam mengajari orang belajar komputer. Korban waktu adalah paling sering, sehingga kerjaan lain jadi molor. Bayangkan di kantor saya selalu mentrainer pengurus serikat pekerja yang berjumlah 20 orang. Dengan watak dan kepribadian yang berbeda tentu saja saya menggunakan cara yang berbeda, training yang saya lakukan ini tidak menggunakan ruangan khusus, bahkan waktupun tak tentu, tergantung mood dan ketemunya orang yang hendak diajarin. Saya mengajari mereka bisa word dan excel serta internet saja karena berkaitan dengan tugas mereka jadi pengurus serikat pekerja. Walau demikian tetap saja merupakan tantangan besar. 3 kali ganti pengurus selama 9 tahun ini saya mentrainer mereka disela sela waktu senggang di kantor. Ada yang sudah pinter dan masih ada yang belum pinter, malah ada yang keminter setelah saya ajarin, orang kayak gini kek pasti saya sumpahin, dikasih ilmu gratis malah kemaki. Lha wong saya saja masih belum apa-apa kok dia ngomongnya kayak pakar. Kadang kalo iseng saya kumat, saya jebak tuh orang dengan permasalahan komputer yang tidak bisa saya selesaikan. Baru kapok tuh orang. Habis itu saya sumpahin “Ngomong komputer itu mudah, coba praktekin bikin script java, atau setidaknya merakit komputer dengan budget standart overclocking”. Mati kutu dia !

Sudah banyak suka dukanya saya menekuni komputer, lebih banyak pahitnya dari pada manisnya. Jika bilang begini masih saya dikritik “Kalo banyak duka dan pahitnya masak diterusin? pensiun saja”. Oho ! bukan begini dunk. Kalo nggak menekuni komputer lagi jadi gagap tekhnologi, idealnya di mana letak pahitnya itu yang ditelusuri. Terkadang saya juga heran, 2 bulan lalu mendapat order komputer 4 unit, itu kalo saya mendapat untung dan upah perunitnya Rp. 250.000, berarti sebulan saja mendapat Rp 1 juta !. Manis memang ! Tiba-tiba adik telepon, minta hardisk 80 GB dan RAM 1 GB… Mati guwe !

Tapi urusannya jadi ruwet, mereka membeli komputer bukan golongan orang komputer, tetapi rata-rata pemakainya anak sekolah, program diorak arik, dikasih user limited banyak sopwer yang nggak mau jalan, ada banyak sopwer yang hanya jalan di level administrator bukan di limited, agak lucu memang kalo komputer pribadi kok pake limited. Pokoknya ada sajalah masalah yang timbul dan tak terselesaikan oleh mereka walau sudah dipandu dengan sms dan telepon. Bagi saya pribadi menservice komputer yang saya belikan saya tidak memberikan tarif, tidak dibayar juga nggak apa-apa, lha wong teman sendiri, tapi saya tetep nagih rokok 2-3 bungkus. Jika install ulang saya gunakan Norton Ghost. Namun jika kerusakan parah dan kudu dibawa pulang serta ganti hardware barulah di sini saya menggunakan tarif. Bayangkan membeli hardware komputer juga nggak dekat dan kudu ke Mangga Dua, korban waktu dan biaya juga. Pokoknya saya nggak mau nombok atau impas ! ngakali bon ? termasuk juga.

Untuk belajar komputer dibutuhkan apa yang namanya fokus. Jangan terlalu tamak untuk menguasai semuanya, ingat otak manusia itu ibarat perut, kalo sudah kenyang ya berhenti dulu, nanti makan lagi. Mulailah dicoba dengan yang mudah dulu, jika anda pemula baiknya belajar word dan excel serta seluk beluk operating sistem, yang tak lain memperlajari seluk beluk Windows dan konco-konconya. Jika anda sudah bisa anda bisa melangkah menuju yang lebih komplek seperti belajar hardware komputer. Kalo anda memang tidak cocok belajar hardware berpindahlah belajar ke arah software, anda bisa belajar photosop. Jika mempunyai akses internet gunakan untuk ngeblog ( biar nggak goblog tentunya ! ). Ada banyak ilmu komputer yang bisa anda dapatkan jika kreatif. Kreatif bertanya sama teman atau orang yang lebih mengerti, tetapi jangan minta mereka menyuapi anda satu-satu, mereka tidak suka mengajarkan dengan cara demikian. Terutama para senior mailplus.

Orang datang ke rumah saya, kalo tidak ada yang tanya, tidak ada ilmu yang keluar dari mulut saya, jika mereka bertanya akan saya jawab sebisa saya. Saya membiasakan orang-orang saya seperti ini, supaya jangan tergantung pada satu orang, masih banyak ilmu di luaran sana dari pada otak saya yang masih bodoh dan bebal ini. saya diajarin komputer oleh teman saya dengan cara demikian, saya nggak protes. Justru saya malah berterima kasih, datang ke rumahnya dikasih kopi kadang diajak makan, masak nggak tahu diri. Kadang kalo ke menara era saya saya bawa makanan ke empunya oprekblog ini, biar ilmunya keluar. Wakakakakakaka

Belajar komputer itu tidak susah, yang susah justru diri kita sendiri, kita tidak disiplin mengatur waktu belajar, yang lebih parah seperti apa yang saya katakan di atas, terlalu tamak ingin semuanya bisa. Pilah pilah dulu mana yang sesuai dengan kesukaan kita, jangan malas membeli majalah dan buku komputer. Sisihkan uang buat beli majalah dari pada beli rokok atau beli cewek ( kecuali ada uang khusus rokok dan majalah atau mungkin uang beli cewek ). Saya nggak hobby jajan di mall, kalo ke jalan jalan ke mall, saya terbiasa membeli majalah atau buku komputer duluan di Gramedia, kalo ada sisa barulah uangnya saya buat jajan atau nonton film di 21. Walaupun saya mempunyai akses internet, namun tidak selamanya membaca ilmu digital itu enak, kadang bahkan sering kita mual kalo melototin monitor terus, satu hal yang sudah tidak saya beli adalah sopwer. Saya terbiasa download.

Ada kalanya kita membaca majalah / buku komputer disela-sela waktu yang tidak ada komputer atau laptop, misalnya di atas bis kota / angkot. Siapa berani buka laptop di bis kota ? digasak preman tahu rasa. Coba kalo pagi-pagi listrik mati, internet ngadat, komputer rusak dll. Bete khan ? Saya pun juga mengalami waktu malas untuk membuka laptop atau menghidupkan komputer, entah karena malas atau tagihan listrik dah membengkak, gara-gara hampir sebulan komputer tidak saya matikan.

Sediakan waktu untuk belajar, jangan menunda jika ingin belajar, paksa untuk belajar. Untuk menjadi pintar tidak ada cara instan. Kudu kerja keras. Bergaulah dengan orang komputer, untuk menjadi orang komputer kalo bergaul dengan mereka yang mengerti komputer akan ketularan ilmunya walau hanya dari ngobrol saja. Masak ingin mengerti komputer gaulnya dengan preman pasar, kapan mau pinter ? Kadang saat bergurau sama teman ditanya bagaimana sih caranya bisa cepat mengerti komputer ? saya tanya balik, banyak atau sedikit ? jawabnya banyak ! kalo banyak butuh waktu banyak. Ah .. maunya waktu sedikit ilmu banyak, ya udah bakar aja tuh buku / majalah / komputer, abunya diminum dengan air. Ini ciri orang yang serba instan dan nggak ngerti tentang penyerapan ilmu oleh otak, bahwa belajar komputer itu butuh proses, tidak sekali jadi. Tidak ada cara untuk dikarbit. Seperti mangga bagaimana cepat matang tinggal dikasih karbit. Terlalu banyak dijejali ilmu komputer secara paksa dan memaksa bukan malah pinter tetapi malah jadi mual dan menganggap komputer menjadi barang yang sudah ditaklukan. Akibatnya akan menganggap belajar komputer itu susah dan menjengkelkan. Alih-alih ingin mengenal dan bersahabat dengan komputer justru malah memusuhi komputer. Repot !

Terakhir ! jangan sia-siakan hidup ini, tidak sembarang orang mampu bisa komputer dan tidak sembarang orang terpanggil menjadi orang komputer. Hanya kita sendiri yang menentukan, bukan orang lain. Ada yang sukses jadi orang komputer, namun ada juga yang jadi pecundang. Bahwa ilmu kita, kelak akan diwariskan ke generasi penerus kita, siapa lagi kalo tidak kita yang mempelajari mulai sekarang.

Terima Kasih

———-

Kesulitan mencari makalah di sini ? Silakan klik :

Peta Blog

Comments»

1. emmet24son - January 25, 2009

Jadi ceritanya gimana waktu itu yg dipanggil siboss aye bang? Kayaknya blom jelasin panjang lebar ente diapain aja sama dia? :D

@emmet24son@
Cuma nyesel, pulangnya sampai jam 01 malam, itu aja yang guwe keluhkan, dah di sono disamperin temen cari guwe ke rumahnya boss sampeyan, ditembakin dengan perkara komputer jebol, udah tahu kalo temen biasanya kasih duitnya kecil. Ya dah .. pulang ke rumah ambil cpu trus minum jamu pegal linu, tidur sampai siang.


Spam protection by WP Captcha-Free