Jan 31 2009
Pengangguran
Menjadi pengangguran bukan sebuah cita-cita namun juga belum tentu sebuah aib. Semua orang ingin bekerja untuk mencari makan, ingin kaya, bahkan kalo bisa korupsi. Secara resmi tepat jam 00.00 ini saya telah mendapatkan gelar tidak terhormat : PENGANGGURAN. Bahkan dengan senang hati saya menerima gelar tersebut. Lha kok ? Bukan saya banyak duitnya, bukan itu. Saya suka tantangan ! mau nantang saya ? Weleh ! jangan, bahaya, Bang Yohan kok ditantang, bisa dispam lho dengan ribuan email sampah. Nggak kok ! Saya suka tantangan untuk kehidupan lebih baik, buat diri saya sendiri, dan tentu saja untuk anda semua.
Saya telah menyelesaikan dharma bakti saya di tempat kerja walaupun dengan kalah secara tidak hormat alias disingkirkan dari ring tinju. Alamak ! Ungkit-ungkit lagi. Up sorry ! Sudah banyak waktu, tenaga dan pikiran yang saya korbankan untuk mendidik kawan kawan saya dalam belajar komputer. Semua itu saya lakukan semata-mata untuk membuat masyarakat sekitar saya melek tekhnologi, nggak hanya nyari duit melulu. Kemaren ada cewek nangis dipangkuan saya karena tahu saya sudah tidak bekerja lagi, dia menangis mengutarakan keluh kesahnya karena selama ini saya telah berbuat banyak padanya dalam mengajari komputer. Dia merasa kehilangan saya. Bahkan memohon saya agar tetap berada di Tangerang. Hati saya trenyuh juga, Sebagai teman dan kakak, saya hanya memberikan nasehat ” Dik ! aku pergi karena ingin kamu dewasa, jangan pernah sekalipun tergantung padaku, semakin banyak banyak orang tergantung padaku berarti aku gagal dalam hidup ini. Coba lihat kebanyakan mereka, tidak pernah maju sedikitpun dalam komputer, hampir tiap hari saya capek mengkuliahi mereka, sampai-sampai web dan blogku tak terurus”
Kata-kata saya tidak menolong sedikitpun. Namun saya tetap meneruskan niat saya. Pergi dari Tangerang / Jakarta memang bukan keinginan saya. Saya tidak peduli apa kata orang, bahwa saya mempunyai kharisma dalam hal komputer, tidak pernah pelit memberikan ilmu, semua saya kasih asal mau bertanya. Saya tak menyesal telah menjalani fase pengangguran ini melalui tahapan yang mungkin menyakitkan bagi banyak orang, kalopun saya kere nanti saya tetap bangga mempertahankan idealisme saya sendiri. Tak akan pernah saya menyesali apa yang telah terjadi, karena apa yang terjadi ini sudah saya prediksikan sekitar 2-3 tahun yang lalu. Silakan mencela saya, ya sudah karena mereka tak tahu apa yang terjadi. Memang saya bisa terus bekerja di tempat dulu, tapi saya tidak mau dengan digaji berarapun. Saya sudah muak dengan apa yang selama ini saya jalani, saya sudah capek.
Krisis global telah melanda korban sudah berjatuhan. Yahoo, Microsoft, dan lain lain sudah mengurangi karyawannya. Semua menjadi korban keserakahan hidup ini. Bukan hanya belahan Amrik sana yang serakah, kita pun juga serakah sehingga mengakibatkan ribuan orang tak punya penghasilan. Anak istri kudu dikasih makan, bahkan ayam piaraan pun butuh makan, kalo tidak dikasih makan lebih baik disembelih jadikan opor. Nikmatlah makan opor ayam kampung ( bukan kampungan kok ). Wedew ! anak-anak yang nongkrong di rumah saya minta syukuran, buset ! orang kena pecat kok syukuran. Bahkan malah ada karyawan yang mendatangi saya agar kantor diserbu dengan virus dan spyware, kalo bisa dihancurkan sekalian. Maaf Bung ! Saya bukan cracker, apalagi hacker, kalopun saya hacker, saya tetap tidak akan melakukan. Why ? Takut ? Bukan, saya belajar komputer hanya demi kemajuan bersama, di satu sisi saya sering dipanggil orang untuk menutup lubang kelemahan suatu jaringan, malah disuruh jebolin. Pimen sih ? Saya bukan orang sok punya etika moral dunia maya, bukan itu. Hanya karena saya tak mau saja. Alasannya ? Wow … dikejar pertanyaan kek gini mendhing mengarahkan hal yang positif, kalo cuma menghancurkan tetapi nggak ada duitnya buat apa, emang puas saya bisa membalas ? Balik menanyakan saya, berani berapa situ bayar ? Wakakakakaka.
Menjadi pengagguran rawan menjadi kriminal, kelak suatu saat saya pun bisa menjadi seorang kriminal. Sudah didesak kebutuhan, mata gelap pun bertindak. Wakakakakaka . Mungkinkah Bang Yohan telah menjadi seorang maling. Wew .. kok rendah banget derajatnya. Up .. jangan salah. Ada banyak yang hendak saya kerjakan setelah lewat bulan Februari ini, saya ingin indehoi dulu. Maret besok saya hendak anjang sana ke Surabaya, Malang dan Bali, Wah ! Tour ini ngabisin pesangon ? Nggaklah ! Saya ada proyek kecil-kecilan, mumpung ada temen deket juga tertarik dengan apa yang saya lakukan.
Saya bukan anak pedagang, hanya anak seorang PNS, bapak saya hanya sekolah rendahan, Sekolah Rakyat dan saya pun juga belum pernah mengenyam sekolah tinggi. Nggak sempat mikir kuliah. Sejak saya bekerja di tempat dulu beberapa tahun lalu saya hanya ingin satu : Menggaji orang bukan digaji orang. Saya tak mau jadi maling, kasihan ortu didik anak malah jadi maling. Apa kata internet kalo saya jadi maling, nama saya sudah bejibun di dunia maya, cobalah ceklik link di google ini. Udah bejibun sampai beberapa halaman, apakah akan diganti menjadi link seorang maling ? Wakakakakaka. Padahal kata “Yohan” di blog ini sudah nangkring di halaman pertama no 1. Numero uno ! number one. Hidup Yohan Enterprise ! begitu teriak anak buah saya di rumah yang menggeluti bahan bakar air.
Saya tak pernah mempunyai cita-cita yang terlalu jauh, saya hanya sederhana saya, ingin menjadi diri saya sendiri dan menyenangkan orang lain (Tremasuk nraktir yak ?). Baca bagian ini Bang Pirman akan langsung koment dibawah. Wakakakakaka. Siapa Bang Pirman ? silakan ceklik lagi ini. Salah satu temen baik saya, namun saya belum tentu teman baik Bang Pirman. Lha kok ? Saya harus mengukur apa arti teman baik, jangan salah gunakan istilah temen baik ini pada sembarang orang, saya katakan Bang Pirman adalah teman baik saya, ya karena Bang Pirman selalu bersikap baik pada saya, selalu terbuka kalo ngomong, nggak tersingung jika saya damprat di milis. Bahkan saya suka mengolok-oloknya sebagai seorang tukang pipa. Ya, itu kriteria teman baik bagi saya. Tetapi belum tentu Bang Pirman menganggap saya sebagai teman baiknya, siapa tahu Bang Pirman menganggap saya sebagai musuh dalam selimut di milis milis dan forum forum. Dalam dunia komputer musuh terbesar adalah teman sendiri, ninggalin sopwer ketika sudah keluar bekerja programnya bunuh diri. Repot. Ya semoga saja Bang Pirman alias Bang emmet24son menganggap saya teman baik. Dhuh ! sampai mata saya berkaca-kaca nulis bagian ini. Maafkan saya ya Bang kalo kata-kata saya meyinggung sampeyan ( walau suka : Awas luh di milis ). Musuh di dalam milis warungplus namun kawan di darat. Aneh memang, milis tergeblek yang pernah saya ikuti, Membernya hanya beberapa, Kucing Bangkok, Juragan MHK, SiBass, Bang Pirman, Pak Lurah MG, Ian, Wezoen, Rully, Ian, Nero Sumargondol, Mas Kurniawan, imwc eh maaf imcw, seorang dokter tentara di Bali, Maaf Bli. Juga Kang Erto dan Diovan serta Calculus yang jarang-jarang muncul. Namun postingnya sudah mengarah spam. Adapun syaratnya mengikuti milis ini :
1. Wajib mereply semua email yang masuk ke mailbox bahkan itu email sendiri.
2. Harus bisa mereply sesuatu yang nggak nyambung, semakin nggak nyambung semakin bagus
3. Cukup punya pikiran gila dan tidak waras.
4. Tidak boleh nomail atau ditendang.
5. Tidak boleh bicara komputer
Syarat mutlak diatas kudu dipenuhin jika ingin gabung, itupun nggak sembarang orang boleh gabung. Wah ! berat nian syaratnya. Ups.. bahasannya kok malah milis geblek ? Huh bah !
Terima kasih kepada kawan kawanku penghuni Rumah Sakit Jiwa Warungplus, banyak memberikan saya pelajaran tentang esmosi. Itu cuma imel, kagak usah dimasukin ke hati. Kalo nggak kuat silakan unsub dan menjadi waras. Kadang saya nakal kalo menghadapi milis ini, mengarahkan postingan ke tempat sampah, biar nggak numpuk, atau kadang membalas puluhan email dengan kata no comment.
Terima Kasih
———-
Kesulitan mencari makalah di sini ? Silakan klik :






