Nov 28 2008
Kemana Saya Melangkah ?
Saya agak bingung untuk mengkategorikan makalah ini di blog saya, mau saya masukan ke kategori pekerjaan kok nggak pas, masuk kategori Tekhnologi Informasi juga kurang pas, akhirnya saya pilih personal saja, kalo bersifat personal dalam diri saya sendiri.
Menginjak bulan Desember ini, kurang dua bulan lagi saya mengundurkan diri dari pekerjaan, tepatnya batas terakhir saya keluar dari pekerjaan ini tanggal 31 Januari 2009. Seperti yang sudah saya singgung di posting saya sebelumnya.
Beratkah saya mengundurkan diri ? saya menjawab TIDAK ! karena ini demi saya pribadi, hidup adalah pilihan, anda bisa memilih ini atau itu, dan semua pilihan itu tetap ada resikonya. Meneruskan pekerjaan yang sekarang ini bagi saya sudah tidak mau lagi, banyak alasan yang mempengaruhi. Selain hanya bisa kerja pulang, main internet, besok kerja lagi, demikian seterusnya. Ada beberapa orang yang merasa keberatan jika saya mengundurkan diri, entah mungkin merasa kehilangan, atau mungkin masih punya hutang piutang yang belum dibayar. Jika ada teman merasa ada keberatan saya mengundurkan diri itu juga merupakan suatu hak, dan saya anggap itu sebagai masukan. Namun keputusan tetap ditangan saya sendiri.
Ada yang merasa berat hati karena belum sempat belajar komputer sama saya, nah kenapa dua tahun lalu juga bilang begitu, belum sempat belajar komputer sama saya ! Seperti yang saya sudah katakan setiap kali, Anda adalah apa yang anda katakan ! kalo anda bilang “belum sempat” anda akan selamanya belum sempat. Belajar komputer itu cuma satu kok. Belajarlah mulai sekarang. Banyak orang menunda nunda untuk membeli komputer, sekarang harga komputer sudah mahal, kecuali anda beli komputer seken. Belajar komputer juga nggak sulit, harus dibikin mudah, sekali anda bilang sulit, anda akan selamanya sulit. Anda haruskan “saya bisa” ! banyak panduan dan tata cara belajar komputer di internet, tinggal masuk ke google dan masukan kata yang anda inginkan, terserah ! anda isikan sesuai kehendak hati anda, tinggal klik akan muncul banyak entry dan link.
Maaf ! saya tidak mengajarkan komputer seperti orang kursus, karena saya juga tidak belajar dalam kursus komputer. Bukannya saya nggak tahu namanya materi kursus komputer. Saya tidak mencetak tukang komputer, atau juru teknisi komputer, saya hanya membagikan ilmu, dan saya tidak akan membagikan ilmu kalo anda tidak bertanya. Ada orang minta diajari A sampai Z soal komputer. Maaf ! saya tidak berkompeteten dengan A sampai Z karena tak akan selesai dalam waktu singkat dan justru malah menyita waktu saya. Sudah gratis membuang waktu saya.
Ada yang minta kursus komputer dengan membayar setelah 3 bulan minta jaminan bisa semua ! Ya ampuun. Saya saya mingsih di kelas newbie, newbie adalah pemulanya dari segala pemula. Saya belajar komputer sejak tahun 2002, bayangkan setelah 6 tahun saya belum bisa apa-apa. Bikin website saja sekarang masih belajar dan hasilnya juga masih kacau, lihatlah web Yohan Enterprise ini. Masih acak adut dan terkesan tidak terurus. Maklumlah lha wong saya masih newbie alias pemula. Jadikan komputer sebagai There is no finish line, tidak ada batas akhir yang mebatasi kemajuan kita, ilmu komputer berkembang terus. Jangan pernah males ngikutin perkembangan komputer walau itu cuma jalan jalan di Mangga Dua atau lihat pameran di Senayan saban 4 bulan sekali.
Saya tak tahu pasti berapa jumlah orang yang punya sikap manja dalam belajar komputer dan mereka akhirnya menjadi seorang pecundang. Untuk memulai saja mereka banyak teori alasan yang dibuat-buat seperti ndak punya duit, nggak sempat, urusan ini itu dan lain lain yang tidak ada korelasinya dengan belajar komputer. Namun tak sedikit juga teman saya yang bisa belajar komputer padahal dia hanya punya waktu sehari dua jam, dia pulang kerja jam 8 malam, berangkat jam 5 pagi. Bahkan hari minggu pun dia juga masuk. Belajar itu butuh disiplin. dan satu hal yang tak lupa adalah fokus.
Saya terbiasa membiasakan bertanya jika belajar komputer, dengan terbiasa bertanya maka secara otomatis anda akan membuat pikiran anda terbuka, untuk pintar kudu bertanya dulu.
Kembali ke judul posting ini, hendak kemanakah saya ? saya belum mempunyai tujuan. Lho kok ? namun saya tak ingin mencari pekerjaan, kalo bisa membuat pekerjaan, entah apa dan bagaimana bentuknya saya belum tahu, pokoknya jadi duitlah !
Bahkan ada yang bilang, keluar dari pekerjaan adalah sebuah kesalahan karena nanti nggak dapat gajian saban bulan. Memang itu adalah kesalahan, namun bukankah kesalahan bisa diperbaiki. Kembali ke tradisi jawa, urip nang donya kuwi mung mampir ngombe. Kita memang bisa kehabisan uang, namun tidak kehabisan nasi. Menjadi seorang pegawe dengan gaji saban bulan adalah enak, namun juga ada tidak enaknya, tidak selamanya gajian saban bulan itu enak. Berbeda dengan orang usaha, dia mau kerja kapan saja terserah, mau tidur berapa jampun juga nggak ada yang melarang. Memilih keluar dari pekerjaan itu merupakan pilihan yang sulit, ketakutan utama hendak mau kemana. Apalagi tidak punya skill seperti saya. Namun saya tetap memilih sesuai pilihan hati nurani saya. Saya ndak butuh kaya kok dengan uang melimpah, hanya cukup makan tiga kali sehari bagi saya sendiri sudah hebat kok, itu pun hasil keringat sendiri.
Maaf bagi kawan dan mungkin lawan, jika saya keluar mengecewakan anda. Jika saya keluar kelak suatu saat anda akan membenarkan pilihan saya ini. Bahwa saya tidak salah meninggalkan pekerjaan ini dan memilih pekerjaan itu. Sekali lagi, semua ada resikonya dan saya hanya satu : Yakin !
Terima Kasih
———-
Kesulitan mencari makalah di sini ? Silakan klik :






