jump to navigation

THR-ku Sayang, THR-ku Malang ! September 6, 2008

Posted by Yohan in : Pekerjaan , 3comments

Mendekati lebaran ada suatu ritual yang ditunggu sebelum mudik lebaran, tak lain adalah THR alias Tunjangan Hari Raya, THR diberikan oleh perusahaan agar karyawan dapat merayakan hari lebaran di kampung halaman, tradisi ini sudah berlangsung sejak lama, bahkan pemerintah melalui menakertransi pun berani memberikan sanksi jika ada perusahaan yang nggak mau memberikan TH kepada karyawannya.
Biasanya perusahaan memberikan THR kepada karyawannya sebesar 1 kali gaji perbulan. Bahkan ada pula perusahaan yang memberikan THR bisa 2 sampai 3 kali gaji. Ini contoh sebuah perusahaan yang mau memperhatikan kesejahteraan karyawan sehingga karyawan terpacu untuk bekerja lebih giat. Ada efek yang dirasakan jika kesejahteraan karyawan diberikan, bagaimana karyawan bisa bekerja jika untuk memenuhi kebutuhan saja susah. Mau makan saja kudu diirit-irit.
Terkait hal inilah berbeda dengan perusahaan yang di mana saya sendiri bekerja di tempat tersebut, ironisnya di tengah banyaknya order sepatu tetapi perusahaan malah berusaha mengurangi hak-hak karyawan yang notabene sudah tertuang dalam Perjanjian Kerja Bersama. Dengan dalih berbagai macam agar perusahaan mengurangi pengeluaran demi eksistensi perusahaan. Tetapi mengurangi hak karyawan apakah merupakan sebuah investasi ? Tidak ! jika perusahaan mau investasi silakan pinjam utang ke bank, jangan kemaruk memakan uang yang seharusnya menjadi hak karyawan.
Hari ini tidak ada deal dengan pihak manajemen dan Owner, kabar yang saya dengar pihak Owner sendiri berhalangan hadir, padahal kami pihak SPSI sudah hadir di tempat yang sudah ditentukan. Suasana kerja pun mengarah kepada tindakan yang kurang lebih memanas, hanya demi memperjuangkan sebuah hak. Berdasarkan PKB yang telah ditandatangi bahwa THR besarnya 241 % untuk karyawan mayoritas, sedang yang lain menyesuaikan dengan masa kerjanya. Kini timbul masalah karena pihak manajemen “hanya” mampu membayar 100 % dari gaji perbulan …. Ada apa ini ? setelah SMK ( Sundulan Masa Kerja ) dilenyapkan dari bumi sawah kami, giliran penyesuaian kenaikan gaji setiap tahun “disunat” tanpa rasa ampun sebesar 50 %, kapan kami bisa hidup normal, kami tak ingin kaya dalam bekerja, tetapi ijinkanlah kami bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kini muncul lagi THR mau “disunat” sebesar 141 % ! ini sudah mengarah menjadi “kerja rodi”. Setiap kali pihak SPSI menawar kenaikan gaji, THR dan sebangsanya, selalu saja manajemen berkilah “Kami lagi rugi”. Mosok perusahaan tiap tahun eksis berdiri dan setiap tahun ada perundingan dengan pihak serikat pekerja selalu bilang “Kami lagi rugi”. Kapan mau untung ? Mereka sudah tidak jujur, sedang kami berusaha jujur membuat sepatu yang baik. Ketika kami melanggar sebuah pasal PKB, kami kena sanksi bahkan ada yang dipecat tanpa pesangon, sedang mereka melanggar pasal PKB tidak kena sanksi ! Aneh ! aneh ! aneh ! Jika mereka membaca inipun hatinya tidak akan bergeming.
Ingatlah ! Kami sudah siap jika perusahaan tempat kami bekerja tutup, tidak usah menunggu bulan juli 2009 saat terminasi dari pihak buyer mau diperlakukan lagi apa tidak, sekarangpun kami siap …
Sebelum mengakhiri posting saya ini ijinkanlah saya mengucap sebuah doa.

“ Tuhan .. seandainya Engkau ada … ijinkanlah kami mengatakan isi hati kami, kami tak minta sesuatu yang lebih dari yang kami inginkan, kami hanya ingin hak kami dipenuhi, itu saja Tuhan … jika Engkau mendengar kami atau tidak, itu menjadi urusan Engkau Tuhan. Kami sudah lelah Tuhan. Sudah capek ! “

Salam saya untuk seluruh pengurus serikat pekerja di mana saya menjadi bagiannya, juga rekan-rekan tempat saya bekerja. Terima kasih untuk keluarga besar oprekpc.com dan oprekblog.com serta warung Inc yang memberi tempat untuk mengembangkan diri.

Terima kasih
————–

Kesulitan mencari makalah di sini ? klik dibawah ini :

Peta Blog