Tutorial Membuat Tabung Hidrogen July 21, 2008
Posted by Yohan in : Bahan Bakar Air , trackbackAkhirnya setelah nyari-nyari kamera pinjaman buat jepret terkabul juga, sehingga untuk mengisi blog ini jalan terus, orang sekere saya kamera ndak punya, tetapi itu bukan halangan untuk berkreatifitas bukan ? asal ada niat pasti ada jalan, kalo ada jalan berarti ada perempatan eh ada tujuan. Setelah jepret-jepret lalu upload ke hosting photo, banyak kok yang gratisan. Ok … kita mulai saja, dari pada ngomong ngalor ngidul nggak karuan. Ada beberapa komponen yang kita perlukan untuk membuat tabung hidrogen ini.
Pipa Stainless Steel
Pipa stainless steel ini besi dibeli di toko bahan bangunan, jangan di apotik atau warteg. Ukurannya kalo ke toko bangunan 5/8 … pihak toko bangunan akan tahu, tetapi kudu beli dalam satuan 4 meter. Bah ! kita butuhkan pipa stainless steel itu cukup 5 cm saja, kita buat 2 sebagai elemen positif dan negatif. Bagaimana kalo butuh 5 cm x 2 kok kudu beli 4 meter ? itu bukan urusan saya.
Mur - Baut - Ring

Baut, mur dan ring ini gunanya untuk menyambung dengan pipa stainless steel tadi, tidak usah dilas, diketok pake palu saja dah cukup, usahakan beli baut mur ukuran 13, karena sesuai dengan pipa ukuran 5/8 tadi, contoh pemasangannya seperti apa ? lihatlah gambar di bawah:
Stainless Steel + Baut

Gambar di atas antara baut sama pipa tidak dilas, hanya diketok pake palu saja. Nah kalo kita dah bisa memasangkan baut dengan pipa, saatnya kita pasangkan ke dalam botol, contoh botolnya ada lihatlah di sini, silakan pelototi ..
Tabung / Botol

Pipa yang sudah dipasangi baut tadi kita pasang di dalam botol, lebih jelas lihatl maning di gambar berikut :
Posisi Memasang Stainless Steel

Kalo sebelum masang dibagian dalam dikasih ring sama seal tape, trus disekrup dibagian luar, jika perlu dikasih ganjal karet biar ndak bocor, usahakan pake lem power glue dan silikon, jarak antar pipa stainless steel ngikut selera saja, bisa 2 cm, jangan terlalu dekat dan terlalu jauh:
Lem Silikon - Power Glue dan Seal Tape

Hmmm … dah paham belum ? kalo belum paham scroll ke atas lagi. Kalo dah paham kita lanjutkan lagi ke tahap selanjutnya … kalo capek silakan berhenti dulu. Kalo saya mah nggak capek, karena ini sudah menjadi hobby, lagian saya bikin materi blog ini semoga bisa berguna bagi para pembaca, saya ndak mengharapkan apa-apa dari anda semua, kalo anda sudah bisa membuat tolong sebarkan cara membuat tabung ini, jangan melulu dibisnis, orientasinya ke edukasi, sehingga bangsa ini bisa melakukan penghematan BBM, secara tidak langsung pengeluaran uang anda untuk beli BBM bisa berkurang, bisa buat beli susu anak, atau buat beli yang lain dan lebih bermanfaat. Tetapi saya lebih menekankan demi kebaikan mesin, seperti menyempurnakan pembakaran, gas emisi buang kecil, mesin menajdi bersih, busi bersih, suara mesin menjadi halus. Tahap selanjutnya kita mempersiapkan komponen lain, saya menggunakan diode 25 ampere beserta kabel-kabelnya.
Kabel - Jepitan Kabel - Diode

Saya terbiasa menggunakan diode 25 ampere untuk kendaraan roda dua dari merk honda dan suzuki, untuk mengambil litsrik dari spool, nah diode itu khan terdiri dari 4 kaki. ada tanda + dan -, tanda + dan -, kita kasih kabel sesuai kebutuhan, alangkah baiknya tidak usah disolder tetapi dijepit dengan jepitan kabel sehingga jadi rapi terus ditutup dengan selang polos kecil untuk menghindari kontak langsung antar jepitan jika secara tak sengaja melengkung, lihat kek gambar di atas, kedua kutub + dan - tadi kita sambungkan ke tabung yang sudah kita siapkan tadi dimana ada pipa stainless steel yang sudah disekrup, terserah anda mau ambil mana yang plus dan minus di tabung, bisa sebelah kanan, bisa sebelah kiri … trus masih ada 2 kaki untuk apa ? untuk kedua kaki yang tidak ada tandanya itu berarti anda bebas menentukan mana yang mau dijadikan ground ke chasis/body motor, kalo sebelah kiri anda ambil sebagai ground ke chasis/body motor maka sebelah kanan anda sambungkan dengan kabel spool … bebas menentukan sesuai kehendak hati anda. Jadi semua kaki di diode terpakai semua .
Selang L dan Selang Polos

Kita juga membutuhkan selang L dan selang polos kecil, selang L dipasang di bagian atas tabung, alias tempat untuk mengalirkan hidrogen ke mesin dan selang L satunya kita pasang di motor, nah kedua selang tersebut kita sambungkan lagi dengan selang lain yang tahan panas. Sedang selang polos kita gunakan sebagai pelapis jepitan kabel dan juga berfungsi sebagai selang pernafasan di tabung. lihatlah gambar-gambar dibawah ini yang memperlihatkan di mana kita menempatkan selang L dan selang pernafasan:

Di atas tutup tabung or botol ada tempat untuk menaruh selang L trus kita sambung dengan selang lain. sedangkan ada tanda panah itu merupakan tempat menaruh selang pernafasan, selang pernafasan di buatn untuk menghindari tekanan balik, karena jika motor kita hidupin dengan “dipancal” kadang akan keluar air sedikit ” cruuutt ” … belum jelas yach ? kalo masih belum jelas bisa lihat diagram skema tentang pengambilan listrik spool beserta diodenya di materi sebelumnya ( Oprek Montore Bang Pirman ), di situ juga diperlihatkan di mana letak selang pernafasan, dan selang pernafasan ini bisa menggunakan sedotan, lebih baik sedotan yang kaku. Dan selang L yang kedua kita taruh di filter or karburator atau selang vacum, ke manipol juga boleh, nempelnya kayak kek gini :

Perlu anda ketahui jika anda langsung menuju manipol … eh tunggu apa sih manipol itu ? manipol adalah pipa selang angsa yang terbuat dari logam, nah di manipol itu bisa kita lubangi dan siberi nipel sama sekrup, selang arahkan ke manipol tadi. Ada yang nggak tahu manipol ?
Selang Ke Manipol /Filter /Karburator / Karet Vacum

Ini contoh selang yang dipergunakan untuk mengalirkan hidrogen ke mesin. Yang terakhir tak kalah penting adalah air, gunakan air murni yang disebut dengan aquades dan juga soda api, merk air yang saya gunakan adalah merk Cleo.

Ini bukan maksud untuk promosi air, saya ndak ada hubungannya dengan produsen air yak. Terus soda api atau soda kue kayak apa yak ? Karena kelupaan jepret ya maaf, kalo saya ngambil photo dari web trus saya upload ke photo bucket.

ada banyak istilah yang membingungkan dengan soda api sama soda kue, secara pribadi sih nggak masalah, soalnya ini hanya membantu proses elektrolisis, hasilnya saja yang mungkin berbeda, saya pribadi lebih suka menyebut kalium Hidroksida dari pada protasium hidroksida. Soda kue sendiri sering kali membuat air keruh, tetapi terserah anda saja. Contoh soda kue ada gambarnya.

Akhirnya lengkap dah dan bisa kita pasang ke mesin motor. Sementara saya sampai di sni dulu yak .. ntar kapan-kapan kalo sempat materi ini saya update kembali. Akhir kata saya ucapkan terima kasih bagi anda semua. ( Update Blog: setelah mempertimbangkan permintaan seorang pembaca maka untuk mobil saya sertakan diagramnya, semoga membantu )

Terima Kasih
————–
Kesulitan mencari makalah di sini ? klik dibawah ini :




Comments
Hebat bener nih orang ! kebetulan saya mondar mandir nyari tutorial kayak begini .. Bang Yohan memang baik bener dan mau membagi ilmunya … Wah ada undangan juga untuk belajar ! hmmm setidaknya saya mendapat sedikit pencerahan .. teruslah berkarya kawan, kelak suatu hari kita bisa saling betremu dan saya bisa belajar kepada anda.
@Anton@
Saya biasa saja kok Mas, kalo memang bermanfaat yak gunakan dan sebarkan ke sekililing anda, jangan dipek dhewe yak
Pak Yohan, saya tertarik banget untuk bikin tabung seperti itu, terima kasih Pak kalo mau berbagi, orang seperti anda jarang2 ada, lainnya hanya melulu bisnis … anda memang unik dan mau berbagi ilmu. Semoga Tuhan membalas kebaikan anda.
@Kastono@
Terima kasih, saya masih belajar dan terus belajar kok, sharing yuk
Pak .. punya nomer hape sama emailnya buat kontak pada sampeyan ?
@Yuli@
Email saya yohan.kusmintoro@yahoo.com.sg, untuk nomer hape 087877046744
Saya denger bapak telah memposting tentang pembuatan dan pemasangan tabung hidrogen, saya malah berkunjung ke blog anda di blogspot eh kok malah bikin blog baru, kebetulan bapak nempelin di ym bapak .. makasih banget Pak, kini semakin jelas seperti apa tabung tersebut, saya dah coba tetapi belum bagus seperti punya bapak. special thank to bapak yak. teruslah berkarya, jarang ada blog kayak gini.
@Budi Nugroho@
Blogspot memang masih saya pake kok Mas .. cuma untuk tertentu saja, sekalian ini cuma tawaran teman agar ngeblog dan meramaikan komunitas oprekpc.com dowangan.
Hmmm … kesan saya lumayan juga Mas … cuma masih ada pembenahan kalo kena hujan sehingga tidak terjadi hubungan pendek. Tetapi secara garis besar dah baguslah, lagian anda memang orang yang mau berbagi. trim banget .. maaf kalo ngritik
@Teguh@
Terima kasih atas kritikan anda, saya butuh kritik kok … terima kasih banget, saya juga mikir kesitu kok.
Ocree … applus juga untuk sampeyan .. jempol deh … saya juga dah bikin … yuk berkarya terus !
@Agus Budiyanto@
Kok pada memuji saya terus yak ? hmmm … terima kasih juga, ini sebagai cambuk agar berusaha lagi lebih keras
Mantap Mas Yohan….
Keep Updated
@salim@
terima kasih atas kunjungan anda Mas .. betewe baswe cakwe update semoga bisa jalan terus … kekna kalo ndak sibuk.
Hello yohan,
artikel nya yahud deh..
btw, aku belum mudeng bener… ntuh alat untuk apa yach mas ?
salam,
@Tri@
Alat itu untuk menghemat BBM, Mas ! coba baca artikel “Oprek Montore Si Pirman”. Konsepnya kita mengurai air menjadi hidrogen dan dimasukan ke mesin untuk membantu proses pembakaran agar sempurna sehingga mesin bisa lebih bertenaga
pasang di vespa bisa ngk? bajetnya brp?
@vespamania@
Terima kasih telah berkunjung Mas, sampai hari ini belum pernah mencoba di vespa karena ketersedia motor vespa yang nggak ada, biaya pembuatan tabung itu selama ini satu unit saya menghabis biaya kisaran 100ribu. Saya kudu review dulu mesin vespa belum pernah ngulas.
Buat mobil diodanya beli di mana yac? maturnuwun
@S Harsono@
Diode cuma ada tanda plus dan minus saja kok, kalo diode 25 ampere beli di toko elektronika tetapi kalo relay beli saja di toko variasi mobil, semoga ndak bingung. Untuk mobil silakan lihat diagram di “Tutorial Membuat Tabung Hidrogen”, scroll paling bawah. Terima kasih telah berkunjung.
wew makasih banget nih bang yohan, dalam waktu deket bakal gw praktekin. tunggu testinya
@S Harsono@
Sama2 Pak ! selamat bereksperimen …
Oh ya, buat mobil diesel bisa kan?
@S Harsono@
Bisa Pak .. coba sampeyan check ke http://water4gas.com, di situ malah ada truck diesel sekalian yang bisa diaplikasikan. Btw .. jika lebih membutuhkan hubungan langsung call or sms ke nomer ini 08176066442 atau 087877046744, yang telkomsel hanya bisa sms ke 08111907891 ( maklum kepakai di modem, males nyabutnya )
Apa cukup untuk mobil 1500cc pak? lalu berapa takaran air:soda kuenya?
Terima kasih
@Adria@
Bisa ! kalo untuk mobil anda membuat tabungnya bukan hanya satu tetapi dua atau tiga dengan diparalel. takaran sodanya tergantung proses ditabung, untuk 1 liter air biasanya 2 sendok teh, jika ditest reaksinya lamban maka tambah lagi sodanya.
nyari air aquades cleo dimana mas?
terus selang vakum bisa dicari dimana?
maklum masih awam neh
thanx
@anca@
Di Alfa atau indomaret juga ada kok, baca saja makalah “Oprek Montore Bang Pirman” cari gambar pemasangan selang L motor
Mas, sebetulnya itu yang dipake itu Kalium Hidroksida apa Soda api?
@boy@
Kalo saya pribadi pake soda api ! tentang istilah soda api khan istilah untuk orang awam, sedangkan yang berkaitan dengan kimiawi akan menyebut dengan istilah Kalium Hidroksida atau protasium hidroksida, antara soda api atau soda kue hanya mempengaruhi proses elektrolisis air saja, mana yang terbaik kembali kepada selera. Jika mencoba bikin elektroda, cobalah dua2nya. Terima kasih telah berkunjung Mas.
mas, teman saya udah berhasil membuat alatnya, dan hasilnya air jadi berbuih gitu..
tapi ketika di tes untuk dipakai sehari2 kok tidak terasa ada peningkatan
padahal dia rutenya jauh, citayam - cipinang, kira2 30 km deh
kira2 salah dimana ya mas?
dia pake Yamaha Vega, terus selang dari tabung enaknya masuk ke mana ya mas??
thanx
@anca@
Itu yamaha vega motor berapa tak ? kalo 2 tak sampai saat ini belum ketemu di mana mau menyusupkan hidrogen, karena motor 2 tak pembakarannnya menggunakan oli samping, jadi kalo dipaksakan lewat filter/manipol akan berakibat mesin mogok, jadi sementara masih dalam tahap penelitian ke sana. Kalo mesin 4 tak, mau lewat mana terserah, langkah terbaik dan gampang ke karet vacum di karburator
mas nanya dong, sy dah bikin elektroda, trus satu kaki elektroda disambung ke + dioda, trus - dioda ke body, tapi elktrodanya berfungsi lampunya bisa nyala, trus yg 2 kutub lg itu mutlak harus dipakai ya mas. makasih ya mas.
@dopet@
Diode khan ada 4 kaki, + dan - ke elektroda. dan yang 2 kaki nggak ada tandanya, itu satu ke spool lampu untuk ambil listrik dan satu kakinya sebagai ground ke chasis/body, dibolak balik juga nggak apa2. Soalnya cuma diambil listrik yang + dowang, jadi bolak balik nggak ngaruh.
Wah hebat mas!!!!….
Sy akan coba ya!!..
Klo mbl 1800cc efektih pakai brp tabung?trus air per tabungnya brp liter?
Trmksh banyak mas!semoga dpt balasan yg setimpal dari “Yang Diatas”
@yudhi@
Kalo mobil 1800 cc bisa bikin tabung dengan stainless steel ukuran 8 - 10 cm, untuk percobaan 1 liter saja dah cukup, karena 1 liter air bisa sampai 1000an KM. Jadi usahakan cari tabung yang lebih gedhe/tinggi dan tahan panas, kemungkinan anda menaruh tabung di dalam kap mesin. Lakukan percobaan dulu saja.
wahh SALUT Pak !!
saya Numpang Belajar boleh Pak ?, mau coba2 buat alatnya..
ada sedikit pertanyaan :
1. Lampu seperti di skema gunanya untk apa ya ? apa untk membagi besar Tegangan dari Accu sehingga < 12v
2. Kalau Tabung lebih dari satu, di Pararel.. skema Listriknya kira2 seperti apa Pak ?
3. Kalau alat ini dipakai untuk Mobil yg ada ECU-nya bagaimana ? apakah harus ada perubahan di Sensor Udara, atau bisa langsung Inject ke Intake Manifold..
Sebelumnya Terimakasih Banyak !! n’ SALUT sekali lagi..
@Dunky@
Mau belajar ke saya ? Monggo !
1. Lampu gunanya untuk menghambat arus jika terlalu gedhe, juga berfungsi untuk mengurangi panas di tabung, ini opsional bukan wajib, saya malah sering tanpa lampu, jika ndak bereaksi di tabung, copot dulu.
2. Sama saja skemanya, anggap ada satu tabung, dua kutubnya saya namakan kutub A dan kutub B, dua kutub ini khan ke diode/relay, nah kalo ada satu tabung lagi yang hendak diparalel, anggap sebagai kutub C dan D, sambung saja kutub C ke A dan kutub D ke B dengan memakai kawat atau kabel ! dibolak balik juga ndak masalah. Untuk tahap percobaan gunakan satu diode/relay dulu, kecuali tabung kedua kita ambilkan listrik lain baru pake diode. Nah pada bagian atas tabung kita kasih selang T untuk menggabungkan aliran gas.
3. Langsung saja ke manipol, konsepnya kita nggak ngubah dan ngutak atik yang lain.
Terima kasih telah berkunjung ! selamat bereksperimen. Hanya banyak eksperimenlah yang menentukan keberhasilan anda.
mas, kalo misalkan aku masukinnya lwat selang bensin gimana?
jadi di aku buat T yang mau ke karbu
kira2 bagus ndak ya mas??
@boy@
Ke karbu juga bisa, kalo saya lebih memilih di karet vacumnya. Kekna kalo ke karbu saya belum pernah nyoba, karena kalo dari karbu saya ndak bisa setting ngurangi gas sama bensin di pengaturan skrupnya.
Salam,
Mas Yohan, Apa Khabar??
Sudah lama milis BBA kok sepi ya? gak ada yang posting lagi.
Selamat, Blog ini sudah banyak pengunjungnya. Kalau ada info terbaru daru worksshopnya tolong diupload ya.
Kabarku baik-baik saja. Hidro-oksi Gen di motor ku masih jalan baiuk dengan 4 silinder SS dan listriknya ambil langsung dari Kabel dari Spull sebelum Dioda/regulator yang terhubung aki. Hasil gelembung HHO bagus (cukup banyak), Aki Normal, tak terganggu, sehingga lampu, sen, klakson, dinamo stater normal tak terganggu)
Dua minggu terakhir ini hasil eksperimentasiku memakai HHO Generator, 12 liter bensin terpakai untuk menempuh jarak 480 km, jadi perliter bensin bisa dipake 40 km (1 lt :40 Km). Memang Sudah ada penghematan yang tadinya sebelum pake HHO cuma 1 lt :30 km.
Saya masih memerlukan konsultasi kepada ahli kimia analis untuk menemukan rumus formula kesetimbangan yang paling efisien antara ketebalan dan luas permukaan unsur elemen elektroda SS, besaran listrik (watt, ampere) yang diperlukan dan sumber pengambilannya, serta konsentrasi serta jenis katalisator/elektroliser, untuk mencapai efisiensi yang maksimal.
Katanya ada buku berjudul Rahasia Bahan Bakar Air yang diterbitkan penerbit UFUK (buku + CD seharga 60 ribu rupiah), bahkan penerbit itu menjual dan memasangkan alat HHO Generator ke mobil-mobil mewah dan motor-motor. Tapi kata temanku yang hari libur kemari ke UFUK, dia lihat banyak yang datang, beli dan pasang, walaupun harganya mahal (untuk beli dan pasang alat: 400 ribu-an). Dasar pengusaha, jeli memanfaatkan peluang bisnis.
Saya Penasaran pengen beli bukunya, karena buku itu ditulis memang oleh ahli kimia dan ahli elektronika yang memadukan berbagai sumber (termasuk dari internet).
@ahmad samantho@
Koment sampeyan terlalu panjang saya tanggapi, jadi dah saya jawab via milis, dan bagi pengunjung blog ini jika ingin lebih jauh belajar bisa bergabung ke Komunitas-BBA@yahoogroups.com atau kunjung link ini : http://groups.yahoo.com/group/Komunitas-BBA/
Terima kasih telah berkunjung Pak.
mas pa kabar
nanya lg nih
sy dah berhasil nyambung elekrtodanya ke lampu lalu ke dioda
hasilnya lampu nyala dgn sempurna, tapi td pagi sy perhatiin ko ga ada pengaruhnya tuh alat yg sy bikin
selang dari botol itu sy masukin ke selang vacum,
tapi kmaren sy nyoba masukin ke intake malah ada perubahan di motor sy lebih bertenaga
gmana mnurut mas apakah ada kesalah dalam pembuatan alat ini.
sbelum dan sesudahnya sy mengucapkan banyak trima kasih ya mas
@dopet@
Tidak kalo anda merasakan perbedaan langsung, kayaknya gas oksigen dari filter lewat vacum karet seperti menekan ke dalam tabung, kalo lewat manipol dah merasa ada perbedaan berarti dah bener, tetapi saya nanya kalo lewat manipol apakah tabung bergejolak, kemudian test juga dengan mencabut selang ke manipol tadi, ambil air dalam gelas dan celupkan jika ada gelembung berarti dah betul
Mas Postingan anda sangat berguna banget tuh .tapi seperti (alm) john meyer pencipta hidrogen dari air .Dia mengetes dengan api yang keluar dari tabung untuk memastikan kandungan hidrogen ada .Saya akan mencobanya kalo ada waktu.tapi aman ga yah?Saya tunggu tutorial berikutnya makasih yah mas
Mas mau nanya fungsi selang pernafasannya.Opo ngga keluar sia sia hidrogennya Mas ?
@Eko Bayu@
Aman Mas ! karena kita hanya memasukan gas hidrogen ke mesin, dan kita membakarnya di dalam mesin.
Selang pernafasan itu selangnya sampai mencelup ke air, jadi gas hidrogen tidak terbuang kok, bukan menggantung di atas air, fungsi selang itu adalah membuang tekanan balik jika motor dipancal, jika tekanan balik ada nanti tabung akan mengeluarkan air kecil muncrat.
klo ke manipol tabung bergejolak, apalg klo lg keadaan diam ga jalan motornya, itu sampe buihnya naik ke selang yg menuju manipol
@dopet@
Dah betul, tabung bergejolak itu karena ada angin masuk lewat selang pembuangan, karena daya sedot manipol sangat kuat sehingga angin di luar ikut tersedot, atur pemberian gas dengan pengatur gas yang bisa dibeli di toko aquarium, lebih jelasnya kayak penjepit infus di rumah sakit itu lho, kasih aliran yang kecil saja, karena daya sedot manipol kuat maka gas hidrogen tetap tersedot seperti biasa, dan itu juga menghambat agar manipol tidak lagi menyedot angin
mas, maaf nanya lg ni
sy dah jalanin petunjuk dr mas, pi ko malah boros tuh kluarnya bensin
trus ada pengaruh ga busa yg dari botol naik masuk ke manipol itu
maaf ya mas nanya terus
sbelum dan sesudahnya sy mengucapkan banyak trima kasih
@dopet@
Kalo intake manipol terjadi boros bensin karena ada angin ikut masuk sehingga angin tersebut masuk ke manipol berbelok ke bawah, secara otomatis bagian atas karburator ikut tersedot angin tersebut, ibaratnya seperti kita mengecat dengan cat dan pompa. Solusinya jangan ke intake manipol, pindah saja ke karet vacum ( karet selang angsa ), saya pernah mengalami hal tersebut trus saya pindah ke karet vacum. lihat gambarnya di link bawah ini :
http://i345.photobucket.com/albums/p392/yohank/tuncepeinsini.jpg
Nanya terus ? tinggal tulis saja di blog saya, jangan sungkan dan jangan malu, kalo lebih jauh masuk ke Yahoo messenger add id saya : yohan_kusmintoro. Saya sudah berjanji pada diri saya, saya ingin memberikan apa yang yang bisa saya berikan.
ok deh mas
trima kasih
teruskan perjuangan mu
@dopet@
Trims ! malu bertanya tidak usah bertanya ! wekekekekeke !
Pak…
terima kasih atas info yg bermanfaat ini…
salut untuk anda…
kalau untuk mobil VW bagaimana ?
apakah bisa diterapkan ?
thanks
@zesa@
Semua konsepnya sama : Bagaimana caranya memasukan ke pembakaran, bisa lewat manipol / filter / penghisap udara, karena kita nggak mengubah mesin sama sekali. Anda harus check di mana manipol/filter di mesin. Itu saja kendala yang harus dipecahkan, terserah mobil anda apa. Hanya satu kendala sampai saat ini belum terpecahkan, kalo motor “2 tak” itu paling susah mau disusupkan kemana, soale pembakaran pake oli samping. Mesin bisa mogok. Alat ini dipasang di mobil lebih gampang, kalo pun dicopot begitu saja juga nggak ngaruh ke mesin sama sekali.
thanks
@zesa@
Sama-sama Mas
Bisa dipasang di supra125 ya pak yohan?
Sayang sekali Pak yohan nun jauh disana, jd gak mungkin ke bengkelnya…Jual kit yg udah jadi gak pak?
@Eko@
Bisa Mas, nggak susah kok masangnya, dari mana ? Sekitaran Probolinggo yak ! kok tau ? kota awalnya B, wakakakakaka ! Karena saya lebih orientasi ke edukasi, tetapi kalo dikirim saya bisa mengirimkannya pada akhir bulan karena pekerjaan saya sendiri sangat sibuk sekali, karena mendekati awal Ramadhan ini pekerjaan utama digeser ke bulan agustus sehingga nanti pada saat Ramadhan biar pabrik tidak keteteran.
Ya dekat-dekat situ lah pak…
Berapa harganya Pak Yohan??Nanti gimana ya konsulnya kalo ada problem, ap dijamin langsung maknyus pak (gak perlu setting2 lagi gitu pak)?
@Eko@
Saya sih malah menekankan sampeyan gawe dhewe. Makyus gimana ? langsung irit begitu ? variable irit itu ruwet, jalan macet nggak, berboncengan apa nggak, apalagi untuk jarak dekat iritnya susah diprediksi. Kecuali sampeyan pergi jarak jauh dengan kecepatan konstan maka irit bisa dihitung. Nggak susah bikin kok, mulai secara nekad bikin dari sendok. Cari stainless steel yang tidak lengket ke magnet.
Sendok Pak?? Sendoknya digimanakan Pak?
@Eko@
Yap, potong sendok tersebut separo, coba dirikan saja kedua sendok tersebut dalam botol, lubangi dasar botol, terserah bagaimana biar ndak bocor, bagian bawah sisakan tempat untuk kabel buat diiket sebagai kutub plus dan minus. Syukur2 sendoknya double, biar mantep. .. banyak kok orang yang nekad pake sendok kok, tetapi test dulu apakah sendok itu nempel di magnet, kalo nggak nempel berarti bagus untuk elektroda
Wah untuk mempertahankan supaya sendok tetap stabil susah nih Pak..Nggak bisa sestabil yg pakai mur baut kayak punya Pak Yohan…Ada saran Pak?
Diodenya Pak Yohan itu disolder dulu ke pcb ya pak?Di gambarnya Pak Yohan seperti ditaruh di kotak ya .
Maap Kebanyakan nanya pak…Trima Ksih banyak Pak Yohan
@Eko@
Sebenernya yang saya buat itu justru malah paling gampang diantara yang lain. coba kalo contoh gambar ini :
http://i345.photobucket.com/albums/p392/yohank/water4gasmika.jpg
Lebih rumit bukan ? atau yang ini buatan teman saya :
http://img103.imageshack.us/img103/1861/dscf9944xup4.jpg
Sama2 rumitlah ! itu butuh ketelitian, sedang punya saya cukup stainless steel ukuran 5/8 panjang 5 cm sama mur dan baut ukuran 13 dah cukup. Terserah bagaimana sampeyan bikin elektroda, bisa berupa pipa atau berupa kotak lempengan misal lempengan stainless steel setebal setengah centi, trus lebar 5 cm dan panjang 5 cm, yang penting semakin luas permukaan lebar lebih bagus, tetapi kalo terlalu gedhe malah membebani arus.
Diode nggak perlu disolder kok, itu diodenya memang kotak demikian kok, ada 4 kaki, beli saja ke toko elektronika diode 4 kaki 25 ampere, nanti kabelnya ndak usah disolder, cukup dijepit dengan penjepit kabel yang bisa dibeli di toko variasi motor atau elektronika.
Untuk mobil saya rasa 1 liter air cukup, lha wong 5 liter air itu bisa ngangkat jet kok … ndak percaya ? 1 liter air kalo diubah jadi gas akan menjadi lebih 1000 liter gas, bayangkan kalo air komposisinya 50 % oksigen dan 50 % hidrogen, ada 500 liter gas hidrogen, cukup itu menjalankan mobil ( tapi mesin kudu diubah ), ini sekedar itung2an teori.
Nanya tinggal nanya, nggak usah sungkan, bertandang ke rumah saya di Tangerang pun akan saya terima dengan senang hati kok, saya ini malah seneng kalo sampeyan berani bikin sendiri, sehingga misi saya tercapai : mendorong orang lain kreatif. Bergabunglah ke milis saya yang ramai soal ini : Komunitas-BBA@yahoogroups.com. Jika dapat kesulitan bisa sms ke no 08176066442 jika saya lama menanggapi pertanyaan sampeyan. selamat bereksperimen
Oia PAk, semisal diaplikasikan ke mobil, apa dengan 1 tabung sudah cukup ya pak?
Thanks
Pak Yohan,
Bagaimana cara mengukur produksi volume HHO per menit ?
Khusus untuk mobil, apakah perlu kita buat saluran, pertama masuk di saluran filter (untuk idle) dan kedua masuk di intake manifold (untuk akselerasi)
Terima kasih
@rahardjo@
Mengukur produksi hidrogen itu dengan alat sangat mahal, tetapi cara mengukur hidrogen cara rakyat :
http://tech.groups.yahoo.com/group/Komunitas-BBA/message/413
Jika perlu silakan bergabung dengan milis yang saya dirikan, dan Romo Kirjito yang ahli dalam bidang hidrogen juga member kok
Itu bagus Pak .. tergantung kreatifitas anda, soale itu khan nggak mengubah mesin sehingga resikonya diperkecil. Hanya kreatifitas anda yang menentukan kesuksesan anda, saya hanya menyediakan kail .. silakan mancing sendiri .. jika masih belum jelas silakan posting di mari ! segala tetek bengek akan saya jawab sesuai dengan kemampuan saya. Salam dan doa semoga sukses bereksperimen.
PAk yohan pakabar?
Gimana ya pak ngurangi sedotan manipol yg terlalu kuat..?pakai keran akuarium tenyata ya masih kurang, akibatnya bukaan krannya kecil bgt..untuk motor apa perlu dibuat 2 cabang juga ya pak? ke manipol dan filter..Saya sudah coba yg ke filter, tarikan emang lebih enteng, tapi konsumsi bensinnya masih sama aja.
Trims pak
@Eko@
Kabar saya baik saja. Sibuk perundingan soal THR ! lagi ribut di kantor.
Saran saya hindari manipol, sebaiknya kalo manipol lubangnya sebesar lubang jarum karena sedotannya keras. Saya rasa untuk tahap awal memang tidak bisa langsung irit, karena hidrogen juga berfungsi membuang kerak2 di dalam mesin, jika nanti sudah anteng akan ngirit dengan sendirinya, ngirit di sini kalo sampeyan berada lebih banyak stabil di gigi 3, kalo gigi satu ya susah ngiritnya. 2 cabang satu ke manipol ke satu filter ? jangan … angin dari filter malah kesedot ! sehingga oksigen untuk pembakaran akan berkurang. Mending ke karet vacumnya saja.
http://i345.photobucket.com/albums/p392/yohank/tuncepeinsini.jpg
Note : Maaf lagi sibuk rembugan THR dan kemaren hari minggu masang 4 motor plus satu mobil dari Kelapa Gading Jakarta .. badan remuk …………. plus komputer saya jebol kena virus ! ini baru online lewat kantor.
Wah wah udah ribut THR ya PAk…hehehe..moga2 lancar aja dah rapat THRnya ya pak…
Saya banyaknya pake gigi 3..Sbelumnya udah lewat seperti yg digambar tuncepsini.jpg, tapi efek blum kerasa, cuma agak enteng aja tarikannya.
Kemarim lewat selang vakum manipol tapi saking kencengnya sedotan manipol, botol kecap sampe kempot, diberi keran juga gak ngaruh pak…nglubangi manipol pak? wah eman pak… hehehehe
Oiya pak ketinggalan…
Pak yohan sudah coba panjang brapa cm ss? mungkin pnah >5cm ato mungkin pernah coba pakai lebih dari 2 pipa ss pak?
@Eko@
Itu seharusnya sampeyan dah betul, tetapi “kadang” pengiritan belum terjadi, kekna semacam butuh adaptasi, emang dah dihitung itu secara mendetail ? Ngebor manipol boleh saja, beli saja manipol imitasi. Kalo tarikan lebih enteng, tinggal setting suplai tekanan gas dan suplai bensin di daerah karburator.
Soal panjang stainless steel ngikutin selera saja, ndak ada keharusan kok, asal waktu ditest arus tidak lebih 5 ampere. Bikin lebih dari 2 pipa juga bagus, tinggal di paralel saja, kaki + sambung dengan + dan yang - dengan -, tetapi apa kuat arusnya ? kalo kuat malah bagus itu.
Belum sempat nyoba nih gara2 server oprekblog selama agustus down 4 kali … juga banyak pekerjaan lain seperti ngurus THR, komputer, pendek kata sering kali waktu habis, hape kagak pernah sepi pertanyaan hidrogen.
Ketinggalan lagi pak…
tadi baca2x di milist yahoonya..
katanya bapak mau coba bikin kyk yg di water4gas ya pak….Sudah jadi barangnya pak?
Kawatnya itu pake ss juga ya pak?Kalo di mau nyari di toko bangunan namanya kawat apa ya pak?n… gimana dgn harganya pak?
thx
mas saya telah ,membuat sesuai intruksi. tapi ketika saya coba kabelnya bau dan panas sperti mau meleleh….trus apakah tidak aman tanpa sikring sekian dan trimakasih
@htmc@
Kabelnya mutunya nggak bagus tuh ! beban arus sama kabel kuat arusnya, solusinya ganti kabel dulu yang bagus, trus hitung juga kemampuan diodenya. Pake sekering juga bagus kok !
wah saya bisa nambah 10 km nih pak, biasanya 1:40, hari ini saya tes bisa 1: 51.
Tapi pak, kok motor jadi seperti nembak2/cegukan gitu ya pak…jalan gigi3 kok mesin rasanya gak stabil, yg nyetir serasa gemeter gitu pak. Padahal stelan angin2 n gas gak saya ubah pak…
@Eko@
Lakukan tunning mengurangi tekanan gas sesuai kemauan sampeyan, soale pembakaran hidrogen akan membuat tenaga bertambah 60 % otomatis perilaku motor akan berubah, jika memang pembakaran di mesin mendekati sempurna maka perilaku motor akan lain dan ini justru baik bagi mesin . Duh ! selama ini mengenalkan tekhnologi berbasis air nyatanya nggak gagal. Thank friend jika sampeyan berani eksperiment, masih dibutuhkan Eko Eko yang lain. Tularkan pada saudara dan teman dekat dulu yak. Dibisnis juga ndak apa2. Rugi khan kalo berhasil nggak dikembangkan.
Tekanan gas? gas hidrogen apa setingan gas di karbu ya pak??
Tadi diberi tau sodara di jember sudah ada yg jual hrga 175ribu tapi pake plat alumunium.
Sama2 pak…kalo gak ada info dari pak yohan saya juga gak bakal nyoba kan pak..
Oia pak yohan pernah nyoba yg di link ini gak :
http://www.youtube.com/watch?v=qTyr8A-cYUw&NR=1
Orang di video itu pak djoko ya?baru itu saya liat wajah pak djoko..
Di video itu juga kok pake 2 botol dengan masing2 botol 1 pipa saja? gimana ni sistemnya ya pak?terlihat juga lebih banyak gelmbung yg dihasilkan pak..
@Eko@
Yap ! dikisaran karbu. Bukan nyetting gas hidrogen tekanan nyetting gas dipegangan tangan itu lho. Kurangi dikitlah, dibuat agak berat, nah nanti tenaga yang dikurangi tersebut akan digantikan oleh tenaga hidrogen, bahkan nanti malah lebih enteng.
Soal video youtube, maaf ndak sempat lihat karena lagi sibuk benahi komputer sendiri. Ntar saya kasih rekom kalo dah nonton.
2 Botol itu yang bikin saja sambung ujung plus dengan plus dan min dengan min, bagian atas untuk keluar gas hidrogen tinggal kasih selang T untuk disambung. Memang efektif, tetapi itu khan buat mobil, kalo buat motor satu botol dah cukup, emang berapa sih kekuatan listrik motor ? mampu meproses 2 botol dengan masing2 botol pake arus 5 ampere ? Satu tabung saja ngambil dari spool lampu depan dah redup, dan kudu diakali pake lampu juga. Kesabaran dalam bereksperimen itu penting Pak, jangan langsung terfokus ngirit BBM, tahap awal untuk kebaikan mesin.
Di youtube itu yg dipake eksperimen pak djoko 2 botol kecap (nggak tau gimana rangkaiannya) di motor skutik Pak…Yg jelas kayaknya reaksi dalam 2 botol itu seperti air mendidih pak…
@Eko@
Secara kasar saya gambarkan yak, liat link berikut :
http://i345.photobucket.com/albums/p392/yohank/denah2botol.jpg
Mendidih karena sedotan dari manipol kuat sekali, motor skutik kalo nggak salah sebangsa mio mouvo, yang saya tahu kudu ngebor manipol.
tadi pagi 1 jam saya pantengin tuh video…
Berangkat dari penafsiran saya sendiri akhirnya coba2 bikin yg kyk di video dari botol air mineral…hampir sama dengan rangkaian pak yohan tapi tiap botol kutub positifnya cuma berupa baut (karena di video tampak ada ring dan mur baut di diding botol) dan kutub negatifnya 1 pipa ss 8 cm.
Pertama saya coba 1 btol dulu, tnyata memang reaksi di tabung lumayan lebih cepat, buih di dalam larutan yang timbul lumayan lebih banyak daripada 2 pipa ss 5 cm yg sbelumnya saya pake, tapi botol jadi panas. Panas? saya pikir (gak punya amperemeter) mungkin kelebihan arus. akhirnya saya tambahkan 1 botol lagi yg persis botol 1 saya rangkai seri. Panas botol 1 berkurang, buih juga sedikit berkurang. Di botol 2 buih sedikit, tapi botonya hangat. Pengennya besok nyoba botol 2 nya pipa ss nya diagnti ma yg lebih pendek.
@Eko@
Bagus ! sebuah ekperiment yang patut jadi contoh.. salut dah ! teruslah berkarya .. kalo panas sebelum tabung diberi lampu.
Mas makasih…Jawaban smsnya…
@dzazank@
Sama2
gini pak saya pake motor karisma
tuh motor kan udah DC jadi gak perlu dioda kan???
berhubung saya nda tau dimana kabel spul nya karisma
jadi kabel tabung hidrogenya saya colok langsung keaki
all hasil motor saya kenceng and hemat tapi
aki langsung jeblok…
makanya saya minta tolong dibapak
gimana solusinya masang tabung hidrogen
dimotor karisma atau motor DC lainnya???
terimakasih
@awan@
Jangan pake aki ! aki itu arusnya terbatas, anggap ada aki yang arusnya maksimal 7-10 ampere, kalo tabung butuh 5 ampere ya cepet drop.
Ciri ngambil kabel dari spool itu, kabel warna kuning kupas kulitnya sedikit trus cantolin kabel dari diode dan dilakban ! sekalipun listriknya itu DC tetap dibutuhkan diode, fungsi diode bukan hanya mengubah arus AC ke DC, tetapi juga menghambat arus yang besar, ada aturan kalo tabung itu butuh berapa ampere dlsb, idealnya 3-5 ampere, kalo tidak dihambat oleh diode, bisa2 tabung hidrogen kepanasan. Untuk mengakali agar lampu tidak redup, pasang lampu 5-10, ambil dari diode yang + dan ujungnya - ke elektroda yang + juga, semacam lewat begitu ( lihat skema ). Pada prinsipnya semua motor sama, pesan saya hindari pake aki. Kalo pake aki tidak pake diode tetapi relay.
Lebih baik anda konsultasi ke bengkel minta tunjukin mana kabel ke spool, kalo saya tulis di sini sampeyan akan tetap bingung.
Monggo ! selamat dicheck kembali dan semoga sukses.
@htmc@
Terima kasih atas informasi sampeyan, kelak kalo ada orang nanya saya informasikan. Salam dan sukses.
Sekedar info bagi yang susah/sulit mendapatkan pipa stainles, jika anda mudik melalui jalur Bekasi Karawang setelah Pasar Johar Karawang arah Cirebon sekitar 100 Meteran lah setelah per 4 an ada sebuah toko khusus Stainles, tidak menjual eceran tapi utk ukuran 5 cm ,10 cm kita bisa mendapatkannya dengan cuma-cuma, karena fihak toko menganggapnya sebagai limbah., utk 1 meter kalo tidak salah sekitar 50 ribu….
Mas…Kalo lampunya d guanti dng lampu led 3 biji bisa.? Nda? Soale pake lampu rem kgdean bingung naruh nya…
@htmc@
Cari saja lampu yang kecil, beli saja kayak lampu motor. Yang kecil mosok nggak ada yang penting 12 volt.
http://i345.photobucket.com/albums/p392/yohank/skmmtr2-2.jpg
Secara logika ” ngambil plus dari diode dan minnya dari tabung” sehingga lampu nyala. Tetapi prakteknya ngambil plus dari diode dan dilewatkan ke lampu menuju ke plusnya elektroda. Semoga paham. Kalo anda kreatif, silakan dicoba dengan cara apa saja, pake lampu led 3 biji juga boleh, asal jangan terlalu gedhe wattnya dan voltnya.
Tyus nentuin (+) (-) d lampu gmana?
Ok mas…Instalasi listrik ok, instalasi selang ke manifol intake ok…Yg jd pertanyaan di tabung itu ada selang buat udara/air balik…Nah ketika motor d hidupkan udara masuk via slang dan menimbulkan gelumbung udara dari luar tadi apa nda masalah?
@htmc@
Masalah ! soale manipol itu sedotannya sangat kuat, sejak awal saya nyaranin ke karet vacum, mbuh lupa atau apa. Karena sedotannya kuat maka angin di luar botol tersedot masuk ke dalam botol, solusinya pake penjepit selang kayak infus di RS, biar mengurangi sedotan dari manipol, kalo masih begitu ya kudu ke karet vacum deket karburator.
Ok mas aku pake pengatur gas bwt aquarium…Adakah stelan yg bgs spt apa?
Dari tabung aku arah kan ke membran nah antara membran dan manifol aku kasih T…Setting karburator sudah aku setting di bengkel..:) pada intinya proyek telah selesai..-Cuma itu tadi adakah settingan di pengatur udara yang bagus buat mengalirkan gas hidrogen tsb..-Dan satu hal apakah kedua elektrode harus bereaksi mengingat yang punyaku cuma yang (-) yang banyak menghasilkan gelembung
@htmc@
Justru itu kalo yang - menghasilkan gelembung banyak malah bagus, yang - menghasilkan hidrogen dan yang + menghasilkan oksigen. Tinggal dialirkan begitu saja, nggak usah disetting gas hidrogennya, semakin banyak hidrogen itu masukan semakin bagus, jika perlu didorong pake tekanan gas lain !
Pak Yohan, sy sdh pasang HHO di mobil sesuai dg skema anda, hanya 1 tabung (isi 4 pipa stainless), pakai 2 lampu halogen total 2 lampu 100watt serial, sekring 15A & relay.
Produksi gas nya sangat banyak sampai bau gasnya menyengat di hidung.
Ganjalan di hati saya adalah 2 lampu halogen tsb, terlalu panas, saya kuatir bikin aki tekor.
Apakah ada alternatif pengganti kedua lampu tsb?
Bila lampu saya copot, apa efeknya? apakah ampere nya membesar?
TQ
@rahardjo@
Kekuatan lampu kayaknya kurang kuat, padahal kalo saya pikir jika lampu panas itu adalah hal yang wajar karena dialiri listrik, semua elemen jika diberi listrik jelas akan panas, nah kita harus berpikir bagaimana mengatasi panas ini. Saya rasa menggunakan lampu biasa seperti lampu motor malah lebih baik, karena lampu halogen kalo ndak salah masih sodaraan dengan lampu neon, jika bener lampu neon bisa terang karena dibiaskan, saran saya gunakan lampu lain dulu, kalo saya menggunakan lampu motor yang wattnya cuma 10 watt untuk motor, kalo sampai 100 watt buat mobil kegedean itu. Tanpa lampu ? bisa saja, tetapi di tabung akan ada peningkatan suhu walau ndak begitu signifikan, palingan naik sampai 40 % tingkat kepanasannya. Penggunaan sekeringpun juga bukan sesuatu yang wajib dan bersifat opsional, dipakai malah lebih baik.
salamm kenal mas yohan….
Sekedar sahring aja, saya sudah pasang hho reaktor untuk motor saya honda karisma kebetulan beli tabung nitip temen di yogya sama pak joko,untuk arus saya serikan dgn kunci kontak, selang hidrogen saya masukan ke intake manifold, angin karbu saya setel 2,5 putaran.
yang ingin saya tanyakan ada perbedaan gak kalo masukan selang hidrogenya ke karet vacum seperti yang bapak lakukan dengan langsung ke intake manifold..?
kalo langsung ke manifold untuk langsam ketika hho reaktornya saya matikan motor mati (gas saya kecilkan disesuaikan dengan bukaan gas hidrgennya), ketika hho dihidupkan langsam motor nyala meski untuk mesin sdg dingin harus di panaskan dulu.apakah kalo selang hidrogennya langsung ke karet vacum reaksinya seperti itu juga..?
kalo langsung ke manifold kan harus pake pengatur bukaan gas hidrogennya…,kalo ke karet vacum pake pengatur gas apa pake selang l aja..?
trus bole saya tau bapak pake motor apa..? dan setelan udaranya berapa..?
kalo motor saya diitung-itung (moga2 gak salah) sebelum pake hho konsumsi bbm 1:30 (boncengan) setelah pake jadi 1:40 (boncengan),jarak tempuh 122 km bensin 3 liter
atas waktunya saya ucapkan terimakasih
@ilman@
Memang ada perbedaan jika lewat manipol dengan karet vacum, mengebor manipol tidak semua motor bisa karena manipol nggak sama kekuatan sedotnya. Manipol daya sedotnya kuat sekali sehingga tabung bergejolak dan itu pertanda ada angin masuk lewat selang pembuangan, di sini masalah akan timbul, seandainya di sekitar botol ada asap rokok, pembakaran maka asap tersebut akan tersedot juga masuk ke dalam mesin dan ini sangat tidak baik, masak asap ikut masuk mesin.
Kalo karet vacum tidak menggunakan penjepit masalah sekali, dari tabung langsung saja masuk ke karet vacum, bisa juga ke filter, biasanya sih saya nyetel di karbu satu putaran saja, ini juga tergantung kondisi mesin, mesin yang masih baru bisa sampai 2 putaran, sedang mesin lama malah jadi mati mesinnya
Jangan ngambil listrik dari stop kontak, stop kontak itu dari aki Mas, dan aki itu sangat terbatas arusnya, tabung hidrogen butuh sampai 5 ampere, sedang aki motor itu cuma nggak lebih dari 10 ampere, bahkan ada yang 6 ampere, listrik biasa saya ambil dari spool / kiprok, jika lampu depan redup maka diberi lampu ditabung. Kalo dari karet vacum nggak ada masalah ngitung masalah mesin dingin apa ndak, karena pembuatan hidrogen tergantung tekanan gas, semakin banyak ditekan gas makan produksi hidrogen meningkat, karena arus listrik dari spool tergantung nekan gas.
Berbeda dengan mengambil dari aki, terutama stop kontak, begitu sampeyan klik kunci maka aki langsung nyetrum ke tabung, ini sungguh merugikan ketika motor dihidupkan tapi nggak dijalankan. Kalo spool khan dinamis, ketika sampeyan banter maka hidrogen yang disuplai semakin banyak, ketika anda diam walau motor hidup hidrogen yang diproduksipun sedikit. Untuk listrik dari spool tidak menggunakan relay tetapi diode, 25 ampere untuk mtor bebek dan 35 ampere untuk motor lanang !
Saya nggak punya motor kok, motor kepunyaan adik saya yang saya pasangin dan sebagai ajang uji coba, juga motor teman2 lain banyak yang saya pasangin, kalo motor punya dik Suzuki Smash, motor lain yang saya pasangin sih udah nggak bisa ngitung, banyaklah !
Itu sampeyan dah bagus kalo perhitungannya begono, tinggal bagaimana meningkatkan produksi hidrogennya, buat elektroda lebih dari 2. Selamat bereksperimen. Masih libur lebaran, masih malas ngenet nih …. salam yak !
thanks 4 your replay
kalo baca website gmca untuk BBA ini ada tabung untuk vakum, dimana ya letaknya dan berapa lama air ini atau isi botol harus diganti ? unutk mobil perlu berapa botol ya ?
@Heri@
Belum lihat !
Air diganti kalo sudah keruh ! mobil 2 botol saja dah cukup, 1 liter air kalo dijadikan gas akan membengkak jadi 1 juta liter gas. kalo 50 % gas hidrogen ada 500ribu liter gas hidrogen, seharusnya kuat ngangkat jet ? Paling kalo sudah 1500 Km air baru diganti
Mas Yohan salam kenal yah
Saya sedang mencoba membuat hho generator, tetapi belum saya aplikasikan kekendaraan.
Saya coba rangkaian untuk motor (dgn diode) tetapi sumbernya dari aki langsung (80 A). gelembung yang dihasilkan benyak tetapi kecil2 gitu dan sepertinya tidak menghasilkan gas H2. Saya coba masukkan outputnya kedalam air tidak terjadi gelembung udara.
Saya coba dengan rangkaian untuk mobil (dgn relay) hasilnya tetap sama.
Pertanyaan nya:
1. Apakah gelembung yg dihasilkan memang kecil2. (saya lihat di beberapa tayangan utube seperti air yang sangat mendidih).
2. kalau memang harus spt itu apanya yang salah, saya menggunakan soda kue dan 5 lempengan ss dgn konfigurasi + NNN -.
Terima kasih.
@ozzy@
Kalo dicelupkan ke air tidak terjadi gelembung berarti tidak ada produksi hidrogen, itu hanya efek kelistrikan saja, kalopun itu memang gelembung tidak kecil sekali sehingga akan hilang dengan sendiri karena tidak kuat menekan air. Untuk motor gunakan listrik dari kiprok/spool kalo aki suka terbatas, emang ada aki motor sampai 80 A ? baru denger !
1. Gelembung kalo kecil itu masalahnya ada kekurangan soda api, soda kue kurang greget melakukan katalisator. Gunakan soda api.
2. NNN buat apa lempengan dinetralin ? sisi positip menghasilkan oksigen dan sisi negatif menghasilkan hidrogen.
Tidak ada yang salah dengan rangkaian, penggunaan soda kue kadang bahkan sering tidak sesuai harapan. Kemudian ukur tabung ketika dialiri listrik arus yang ideal 3-5 Ampere
kbtulan 1 bulan ni sy&om sy ngutak-atik mobil Jadul bapak sy,yang ampuuuuuun boros kaliii…(nah krn itu dipasanglah alat penghemat BBM-refensi dr buku2)
tp sampe skarang lum brhasil…krn banyaknya masalah pd si Jadul..*nangis*
mesin jg brpengaruh y pd kberhasilan sistm ini?
kr2 da masukan dr Ms Yo?
tengkyu so much Ms Yo!!
@itha@
Ngaruh ! cuma bagaimana anda menyalurkan hidrogen lebih dekat ke pembakaran, perlu adaptasi waktu yang sedikit lama jika mobil lama karena kerak2 dalam mesin kudu dikeluarin dulu, baru nanti hidrogen baru kerasa.
Perlu digenjot lebih banyak hidrogen dengan lebih dari satu tabung, tetapi jangan terlalu banyak, karena jika terlalu banyak maka mesin akan terasa diajak kerja rodi seperti mobil balap, akibatnya mesin bisa jebol, semakin banyak hidrogen dimasukan ke dalam mesin,semakin tinggi tenaga yang dihasilkan dan semakin besar pula kerja mesin dikerahkan. Saya tidak menyarankan irit sampai 75 % karena ngirit seperti itu kudu diganti dengan tip mesin mobil balap.
Coba chek seberapa banyak hidrogen di produksi dengan mencelupkan ujung selang ke dalam air, jika banyak itu cukup, dan tingal mencari posisi terdekat dengan pembakaran, jika kurang tambahkan tabung atau bagaimana memperbanyak hidrogen. Untuk mobil diesel bisa ke filter, kalo non diesel jangan ke filter karena akan malah lebih boros. Why ? karena hidrogen dianggap sebagai gas, kalo semakin banyak gas dimasukan lewat filter ( dianggap oksigen karena lewat filetr ) maka secara otomatis bensin akan ditambah sehingga jadi boros.
bos pipa Stainless bisa ga di ganti pake yang lain.
pake pipa tembaga/ almunium.
kenapa musti pake pipa Stainless?
thank’s
@a2nk@
Pipa tembaga / aluminium tidak kuat dan mudah terjadi korosi, arus listrik akan membuat tembaga rontok, dengan stainless steel karena yang paling tahan terhadap listrik.
Terima kasih telah berkunjung
tutorial dari anda bagus sekali.
semoga banyak orang- orang kreatif dan baik hati seperti anda di indonesia tercinta ini
@JOko@
masih ada rangkaian lain yang akan saya pasang diblog, karena masih riset ya belum saya publish. Kalo mau meniru silakan tiru, tapi jangan diaku2 dan patenkan, saya menerapkan General Publik License untuk tabung ini karena nggak ada yang ngaku punya, kecuali makalahnya kalo hendak ditampilkan ke lain blog, sertakan url-nya.
Wah jarang2 nih ada orang indo yg kupas abis apalagi tekhnologi sederhana yg bisa dibisniskan :D, omong2 mo nanya mas, caranya beda nggak kalau mau dipasang kemesin mobil yg menggunakan solar sebagai bahan bakarnya, trus untuk backfire apa nggak mas nggak pasang bubbler buat arrestor nya? Request nih mas, untuk yg mobil baik bensin maupun solar dikupas abis juga dunks :).
@Lindo@
Sama saja kok, kalo pake solar mendingan dipasang pada bagian filter, semakin dekat dengan pembakaran semakin bagus. Sebenernya nggak ada perbedaan antara solar dengan bensin, hanya untuk bensin baiknya sedekat mungkin dengan pembakaran, jangan filter, tepatnya pada manipol. Untuk solar bisa lebih bebas.
mas yohan klo pasang divespa kan gak da intake manipoll….
truss klo dpsang sambungan smpang tiga gmna satu slang minyak, trus yg satu lagi buat slang gas hidro gmna djadiin satu pake simpang tiga..
bisa gak tu mas??
Mas, nek nganggo mesin diesel mlebune liwat bospom opo filter udara? opo malah filter di ilangi (dibunteti)? gek di jejeli selang seko reaktore kuwi? nek banyune dicampuri opo mas?
@Bambang TH@
Lewat filter wae, nek kurang mantep digeser luwih cedhak pembakaran, filter jangan dihambat, soale itu oksigen buat pembakaran, emang pembakaran nggak butuh oksigen ? kita bisa membakar karena ada oksigen ?. banyu campur soda api sak cuil cilik.
Terima kasih pak, saya tertarik dengan eksperimennya, sya sebetulnya suka dengan eksperimen dengan seperti yang di jelasin sama bapak, pertanyaan saya apakah bisa ss nya itu dipasangnya di pinggir botol? tidak di dasar/ bawah, terima kasih semoga karyanya semakin banyak
@Ide@
Bisa aja. Maaf lagi sibuk membuat web lain. http://www.yohan-enterprise.com
maaf bro tutornya tak copas hehehe demi membangun bangsa kok
terimakasih banyak pak atas jawabannya, akan saya coba, sbab kalo di bawah susah nyimpennya, saya akan pake buat mobil, akan sy terapkan di semua jenis mobil, nyoba maksudnya, selamat semoga sehat slalu
@Ide@
Konsepnyan khan cukup sederhana, nggak usah2 rumit, mana yang termudah itulah yang kita pake, lha wong eksperiment, yang penting lempengan nyelup ke air dan bisa dialiri arus, itu saja, mau bentuk lempengan, pipa, kotak, dlsbnya. selamat bereksperimen dan terima kasih telah berkunjung ke gubug ini.
Mas, aku wis nggawe reaktore, elemene ngganggo garisan wesi karo garisan plastik tak tugel dadi loro tak tumpuk undung di leti garisan plastik, jumlahe rolas keping, lumayan iso njedot ngasi kejengkang aku, untunge gur cilik.
Tak wenehi uyah ki ora gelm njedot, kamongko prumbuse oakeh, sik njedote apik nek nganggo banyu resik.
Akine loro, mbokne patlikur vol (wong disambung urut) sewidak amper (jarene tulisan).
1. Mas, nek sik iso ngasilake gas hidrogen akeh, elemene kepiye?
2. Gek sik dibutuhke ki amper gede opo vol gede?
3. Nek alat sik nggo ngukur tekanane gas jenenge opo, sing enek ngendi?
4. Itungane kepiye? mbok aku diwenehi rumuse yo Mas?
Matur Nuwun.
@Bambang Tri Handoyo@
1. Elemen elektroda dipebanyak
2. Yang dibutuhkan cuma ampere, kalo volt khan tegangan tabung bisa nyetrum. Sebenarnya bukan ampere yang gedhe yang dibutuhkan adalah ampere yang stabil antara 3-5 ampere,tetapi ini kudu dihitung dengan luas penampang/lebar stainless steelnya. Usahakan bikin dengan ampere kecil dulu, kalo kurang tambahin, ampere gede hanya akan membuat tabung menjadi panas.
3. Mau ngukur tekanan gas bisa dengan cara rakyat baca di sini :
http://tech.groups.yahoo.com/group/Komunitas-BBA/message/413
Alat buat ngukur kek kayak gitu mahalnya minta ampun, jadi saya nggak bisa kasih referensi
4. itungan opo maning iki ? jelas jelas kang ! ngitung ampere opo tekanan gas ?
mantabs mas tutorialnya (tp kok nggak ada gambarnya ya?, apa cuman dari tempat saya saja?), ikut meramaikan saja
saya juga coba bikin satu, tapi belum dipasang di kendaraan, saya sudah coba dokumentasikan juga, ada videonya juga. jika berkenan boleh main ke http://danibilabibah.blogspot.com
semoga membantu,
@danibilabibah@
Gambar khan nggak ditaruh di oprekblog tapi di photobucket.com, jadi kalo mau gambarnya ya diproperties dulu, trus alamatnya direct linknya dimasukin.
Siip ! ntar saya akan berkunjung. Terima kasih atas kunjungan anda
mas yohan, mohon bantuannya nih, di mobil saya sih udah pasang 1 tabung kira2 _3 bulanan cuman kok kayaknya penghematannya tidak terasa ya kalo power sih ada peningkatan, 1 bulan yang lalu saya rubah jadi 2 tabung soale denger2 romo juga pake 2 tab , cuman kok juga ndak beda ama kemaren 1 tab ya, jadi penasaran nih tolong ya mas bantuannya- thanks
@yudi@
Kayaknya dari pemasangan dah betul, tabung satu dua nggak ngaruh ada macam sebab :
1. Pembuatan gas kemungkinan tidak seimbang antara oksigen dengan hidrogennya, karena dalam tabung hidrogen dan oksigen saat bereaksi lebih banyak oksigennya. Banyakin sisi yang menghasilkan hidrogen, kekna kalo nggak salah sisi negatif yang menghasilkan hidrogen.
2. Ada dua macam pemasangan jika menggunakan diesel bisa lewat filter yang non diesel jangan lewat filter. Pasang sedekat mungkin dengan pembakaran.
3. Coba set suplai bensin ke mesin, dicoba kurangi, demikian pula suplai tekanan gas kalo bisa dikurangi, saya asumsikan begini :
Tekanan gas berat tanpa hidrogen, tekanan ringan dengan hidrogen, maka tekanan gas dibikin berat lagi. Karena kalo anda menekan gas maka suplai bensin bertambah. Ini juga diatur, pemasangan hanya dengan dipasang tanpa tuning juga kurang maksimal.
Semoga membantu.
alow, sy udah coba buat pake penggaris stainless [masi nempel magnet] 3 pasang di parallel.
sementara ini saya langsungin ke aki eh taunya cepet banget akinya ngedrop..
kemarin googling en dapet rangkaian PWM di sini :
http://www.grandcivic.com/forum/viewtopic.php?f=12&t=288&st=0&sk=t&sd=a&start=80
tapi bingung skemanya terutama buat
rangkaian IC LM393 kan ada 8 kaki itu gmn masangnya ya ?
@Wily
saya ndak sempat nyoba mas, banyak kendalanya seperti biaya, waktu dll. posisi saya sekarang nggak bekerja lagi di kantor, tetapi kerja sendiri, jadi ya kudu mencukupi kebutuhan sehari2, kekna sekarang ndak begitu mikir banget soal begini. Jadi saya kudu vakum dulu, jika punya penghasilan tetap barulah saya akan kembali menekuni
trim’s
wah huebat nih, kayaknya bisa tuh membantu petani di daerah saya, karena petani disini menggunakan pompa air saat musim kering, kira2 bisa gak digunakan utk mesin pompa air merk yamaha bahan bakarnya bensin. mohon dibantu skemanya ?
terima kasih